Pemerintah Sudah Jalankan Janji Politik, Trubus: Implementasi Program di Lapangan Harus Diperkuat
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah mengatakan penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lebih dipengaruhi oleh lemahnya implementasi kebijakan di lapangan dibanding substansi program yang dijanjikan p--
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID--Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah menilai pemerintah sudah menjalankan janji politik yang disampaikan saat kampanye. Namun, ia menyoroti masih lemahnya implementasi sejumlah program di lapangan yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat.
Menurut Trubus, persoalan utama bukan terletak pada substansi program pemerintah, melainkan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan oleh jajaran pelaksana di berbagai daerah.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Trubus menilai program tersebut memiliki tujuan positif karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
“Kalau dari sisi konsistensi, pemerintah sudah menjalankan janji politiknya. Yang menjadi persoalan adalah implementasi di lapangan yang masih sering bermasalah,” ujar Trubus.
Program MBG Perlu Sistem Pengelolaan yang Lebih Matang
Trubus menjelaskan, program pemberian makanan bergizi sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah negara seperti India, Brasil, Jepang, hingga Amerika Serikat juga telah menerapkan kebijakan serupa dengan sistem pengelolaan yang lebih matang.
Karena itu, menurut dia, pemerintah perlu memperkuat mekanisme pelaksanaan MBG agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dari tingkat pusat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, pengawasan, serta tata kelola di daerah.
Selain MBG, Trubus juga menyinggung Program Koperasi Merah Putih yang dinilai perlu membuktikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap program pemerintah harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan dampak langsung kepada kelompok penerima manfaat.
Kepercayaan Publik Dipengaruhi Pelaksanaan Program
Trubus mengatakan, penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lebih banyak dipengaruhi oleh persoalan implementasi kebijakan dibandingkan dengan konsep program yang dibuat pemerintah.
Ia menilai masyarakat akan memberikan penilaian berdasarkan hasil nyata yang mereka rasakan di lapangan.
“Presiden tidak mungkin mengawasi langsung hingga ke daerah, sehingga keberhasilan program sangat bergantung pada pelaksana di bawahnya,” katanya.
Menurut Trubus, pemerintah perlu memastikan seluruh jajaran pelaksana memahami tujuan program dan menjalankan kebijakan sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Ia juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan agar berbagai program nasional tidak mengalami penyimpangan ketika diterapkan di daerah.
Kritik Publik Harus Berbasis Data
Sumber: disway.id


