Bovine Tuberculosis Jadi Ancaman Peternak Sapi Perah, FKH UB Turun Edukasi 200 Peternak di Batu
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) DPP/SPP Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya bersama mahasiswa KKN dan peternak Koperasi Margo Makmur Mandiri usai pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).--Universitas Brawijaya Malang
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Bovine Tuberculosis menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai peternak sapi perah karena berpotensi menurunkan produktivitas ternak sekaligus mengancam keberlanjutan usaha peternakan. Untuk meningkatkan kesadaran peternak, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Program edukasi mengenai Bovine Tuberculosis dan Paratuberculosis tersebut berlangsung pada 28 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) DPP/SPP yang bertujuan meningkatkan pengetahuan peternak dalam mencegah penyakit menular yang berdampak terhadap kesehatan ternak maupun produktivitas susu.
Melalui kegiatan tersebut, peternak tidak hanya mendapatkan materi mengenai penyebab dan penularan Bovine Tuberculosis. Tetapi juga memperoleh pemahaman tentang langkah pencegahan, manajemen kesehatan ternak, hingga pentingnya penerapan konsep One Health dalam pengelolaan peternakan rakyat.
Edukasi Penyakit Menular untuk peternak sapi perah
Program Pengabdian kepada Masyarakat dipimpin Ketua DPP/SPP Dr drh Siti Kurniawati M Ked Trop, dengan mengangkat tema Pemberdayaan Peternak melalui Program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam Pencegahan Bovine Tuberculosis dan Johne's Disease di Wilayah Koperasi Margo Makmur Mandiri, Kota Batu.
Kegiatan tersebut juga melibatkan empat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, yakni Naura Vania Amelia Effendi, Aulia Dewi Putri Pinassang, Mutiara Alya Kharimah, serta Moria Natania Paramesti Po'eh. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pengabdian masyarakat berbasis akademik yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan di lapangan.
Koperasi Menaungi 200 Peternak

Dr drh Siti Kurniawati M Ked Trop menyampaikan materi mengenai Bovine Tuberculosis.--fkh ub-Universitas Brawijaya Malang
Pemilihan lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Koperasi Margo Makmur Mandiri yang dipimpin Muhammad Munir menaungi sekitar 200 peternak dengan populasi lebih dari 500 ekor sapi perah.
Jumlah tersebut menjadikan kesehatan ternak sebagai faktor penting dalam menjaga kualitas produksi susu sekaligus memastikan keberlangsungan usaha peternakan masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai penyakit menular dinilai menjadi langkah preventif yang sangat dibutuhkan.
Pada sesi pembukaan, Dr drh Siti Kurniawati M Ked Trop. menjelaskan pentingnya pengendalian penyakit infeksi pada sapi, khususnya Bovine Tuberculosis, sebagai dasar sebelum peserta menerima materi lanjutan dari mahasiswa KKN.Materi Pencegahan dan Pengendalian PenyakitNaura Vania Amelia Effendi memaparkan materi mengenai Bovine Tuberculosis, mulai dari penyebab penyakit, jalur penularan, faktor risiko, hingga dampaknya terhadap kesehatan sapi perah.
Selanjutnya, Mutiara Alya Kharimah menjelaskan berbagai strategi pencegahan dan pengendalian penyakit. Materi yang disampaikan meliputi penerapan sanitasi kandang, penggunaan alat pelindung diri saat menangani ternak, serta pentingnya melakukan isolasi terhadap sapi yang diduga terinfeksi agar penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini.
Sementara itu, materi mengenai Paratuberculosis atau Johne's Disease disampaikan oleh Aulia Dewi Putri Pinassang. Ia menguraikan karakteristik penyakit, mekanisme penularan, hingga dampaknya terhadap produktivitas sapi perah.
Pembahasan kemudian dilengkapi oleh Moria Natania Paramesti Po'eh yang menjelaskan strategi manajemen kesehatan ternak agar risiko penyebaran Paratuberculosis di lingkungan peternakan dapat ditekan secara optimal.
Peternak Antusias Berdiskusi
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan para peternak. Berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan menjadi bahan pembahasan sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam aktivitas peternakan sehari-hari.
Melalui program KIE ini, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya berharap pengetahuan peternak mengenai Bovine Tuberculosis dan Paratuberculosis semakin meningkat. Penerapan manajemen kesehatan ternak yang baik diharapkan mampu menjaga produktivitas sapi perah sekaligus meminimalkan risiko penyebaran penyakit di peternakan rakyat.
Kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya dengan Koperasi Margo Makmur Mandiri menjadi wujud sinergi nyata dalam mendukung kesehatan hewan, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta memperkuat implementasi pendekatan One Health di sektor peternakan. (kjsm)
Sumber:


