Ruang Kelas SDN 1 Srigonco Dibongkar untuk Pelebaran Jalan, Harapan Baru Mulai Datang
Staf Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Novin S, survei ke SDN 1 Srigonco Bantur--
BANTUR, DISWAYMALANG.ID – Harapan baru mulai menyapa keluarga besar SDN 1 Srigonco, Kecamatan Bantur. Setelah berbulan-bulan menjalani proses belajar di ruang darurat akibat pembongkaran satu ruang kelas untuk proyek pelebaran jalan nasional menuju Pantai Balekambang, pembangunan ruang kelas pengganti akhirnya memasuki tahap awal.
Kamis (23/7), Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang bersama tim konsultan turun langsung ke sekolah untuk melakukan survei dan pengukuran lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan ruang kelas baru sekaligus pagar sekolah.
Kunjungan tersebut menjadi angin segar bagi pihak sekolah yang selama beberapa bulan terakhir harus beradaptasi dengan keterbatasan sarana belajar.
Belajar di Musala hingga Laboratorium
Sejak ruang kelas dibongkar pada April 2026, sebanyak 17 siswa terdampak harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di tempat sementara.
Pada awalnya, proses pembelajaran dipindahkan ke musala sekolah. Setelah itu, laboratorium disulap menjadi ruang kelas darurat dengan menata ulang meja dan kursi agar tetap nyaman digunakan.
Meski jauh dari kondisi ideal, aktivitas belajar tetap berjalan berkat kerja sama guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah.
Kepala SDN 1 Srigonco, Kum'yah, mengatakan pihak sekolah berupaya memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar meski fasilitas yang tersedia sangat terbatas.

--
"Kami tidak ingin anak-anak kehilangan hak belajarnya. Guru bersama wali murid bergotong royong menata laboratorium agar bisa dipakai sementara. Sebelumnya mereka bahkan belajar di musala," ujarnya.
Usulan Sejak 2022 Baru Mulai Berproses
Kum'yah menjelaskan, sekolah sebenarnya telah mengantisipasi dampak proyek pelebaran jalan jauh sebelum pembongkaran dilakukan.
Sejak 2022, pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan ruang kelas pengganti beserta ruang kepala sekolah, ruang guru, dan ruang UKS yang turut terdampak proyek.
BACA JUGA:APPSI Soroti Kondisi Pasar Tradisional di Kabupaten Malang, Hanya Tiga yang Dinilai Layak
Namun hingga pertengahan 2026, usulan tersebut belum juga terealisasi.
Kini, proses tersebut mulai menunjukkan perkembangan setelah Dinas Cipta Karya melakukan survei lapangan sebagai tahapan awal pembangunan.
Prioritaskan Ruang Kelas dan Pagar Sekolah
Selain mengukur lokasi ruang kelas yang hilang, tim juga melakukan pemetaan pembangunan pagar sekolah.
Keberadaan pagar dinilai penting karena posisi bangunan sekolah kini berada semakin dekat dengan arus lalu lintas di jalan nasional menuju kawasan wisata Pantai Balekambang.
Staf Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Novin S, mengatakan hasil survei akan menjadi dasar penyusunan tahapan pembangunan.
"Kami melakukan pengukuran ruang yang terdampak dan lokasi pagar sekolah. Hasil survei akan kami laporkan kepada pimpinan. Mudah-mudahan tahun ini bisa segera direalisasikan. Prioritasnya adalah ruang kelas pengganti dan pagar untuk meningkatkan keselamatan murid," katanya.
BACA JUGA:Kabupaten Malang Makin Diperkuat Jadi Sentra Susu Nasional, Pemerintah Salurkan 60 Sapi Perah
Ruang kelas yang direncanakan akan dibangun berukuran sekitar 7 x 7 meter, sedangkan pagar sekolah memiliki panjang kurang lebih 30 meter.
Berharap Siswa Kembali Belajar dengan Nyaman
Bagi keluarga besar SDN 1 Srigonco, kedatangan tim survei menjadi pertanda bahwa penantian panjang mereka mulai menemukan titik terang.
Saat ini sekolah memiliki 124 siswa dengan dukungan 12 tenaga pendidik dan kependidikan. Mereka berharap seluruh proses administrasi dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan bisa dimulai secepatnya.
Dengan hadirnya ruang kelas baru, para siswa diharapkan dapat kembali belajar di ruang yang aman, nyaman, dan lebih layak setelah berbulan-bulan menjalani pembelajaran di ruang darurat.
Sumber:


