1 tahun disway

Sensus Ekonomi Kota Batu Capai 56,32 Persen, BPS Ungkap Alasan Bumiaji Tertinggi dan Batu Terendah

Sensus Ekonomi Kota Batu Capai 56,32 Persen, BPS Ungkap Alasan Bumiaji Tertinggi dan Batu Terendah

Petugas Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Batu sedang mendata warga -Sholeh-Diswaymalang.id

BATU, DISWAYMALANG.ID – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Batu terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Rabu 22 Juli 2026 pukul 18.00 WIB, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat capaian pendataan telah mencapai 56,32 persen.

Meski demikian, progres pendataan di tiga kecamatan menunjukkan hasil yang berbeda. Kecamatan Bumiaji menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, disusul Kecamatan Junrejo, sementara Kecamatan Batu masih menjadi daerah dengan progres paling rendah.

Berdasarkan data BPS Kota Batu, Kecamatan Bumiaji telah mencapai 60,97 persen, disusul Kecamatan Junrejo sebesar 58,99 persen, sedangkan Kecamatan Batu baru mencapai 52,18 persen.

BACA JUGA:Sensus Ekonomi 2026 Kota Batu Tembus 56,32 Persen, BPS Optimistis Rampung Sesuai Target

Bumiaji Jadi Kecamatan dengan Capaian Tertinggi

Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo menjelaskan tingginya capaian di Kecamatan Bumiaji dipengaruhi karakter masyarakat yang lebih terbuka terhadap kegiatan sensus.

"Yang paling bagus pencapaiannya itu Bumiaji. Karena masyarakatnya tipikal pedesaan, jadi lebih mudah menerima petugas sensus. Resistensinya rendah dan lebih terbuka untuk diajak wawancara."

Selain tingkat penerimaan masyarakat yang tinggi, mayoritas warga Bumiaji yang berprofesi sebagai petani juga membuat petugas menerapkan strategi pendataan yang lebih efektif.

Petugas tidak melakukan pendataan pada pagi hari saat warga berada di sawah, melainkan menyesuaikan waktu kunjungan pada siang hingga malam hari agar dapat bertemu langsung dengan responden.

"Karena petani biasanya tidak ada di rumah kalau pagi, petugas kami punya trik khusus. Mereka datangnya di jam siang sampai malam agar bisa bertemu langsung dengan warganya."

BACA JUGA:Tips Bagi Petugas Sensus Ekonomi untuk Tetap Semangat walau Ada Penolakan

Junrejo Diuntungkan Banyaknya Tempat Usaha

Sementara itu, Kecamatan Junrejo menempati posisi kedua dengan capaian 58,99 persen. Menurut Herlina, tingginya progres di wilayah tersebut didukung oleh banyaknya lokasi usaha yang menjadi sasaran pendataan.

Keberadaan tempat usaha yang relatif mudah dijangkau membuat petugas lebih cepat menemukan responden sehingga proses sensus berlangsung lebih efisien.

Kecamatan Batu Hadapi Resistensi Warga

Berbeda dengan dua kecamatan lainnya, Kecamatan Batu masih menjadi wilayah dengan capaian terendah.

Sebagai kawasan perkotaan dengan aktivitas ekonomi yang padat, tingkat penolakan masyarakat terhadap petugas sensus juga relatif lebih tinggi.

"Di Kecamatan Batu resistensinya lebih tinggi dibanding dua kecamatan lain. Kecenderungannya, saat teman-teman petugas datang, banyak warga yang sudah tidak mau diwawancara."

BACA JUGA:53 Siswa Kota Batu Ikuti OSN SMP Jatim 2026, Dinas Pendidikan Optimistis Tembus Tingkat Nasional

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPS Kota Batu meminta seluruh petugas mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Apabila masih menemui kendala, petugas akan berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk membantu menjembatani komunikasi maupun membuat janji dengan warga yang belum dapat ditemui.

"Kami coba minta tolong ke Pak RT. Kadang dibantu juga untuk membuat janji dengan warga yang memang tidak di tempat atau sedang sibuk. Alhamdulillah sebagian besar akhirnya bersedia."

BPS Optimistis Target Pendataan Tercapai

Meski masih terdapat sebagian kecil warga yang menolak didata, Herlina optimistis target Sensus Ekonomi 2026 dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Ia berharap masyarakat semakin kooperatif karena data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah.

BACA JUGA:SDN Sumbergondo 02 Deklarasikan Sekolah Aman, Perkuat Budaya Ramah Anak di Kota Batu

"Untuk warga yang tidak mau, kami tetap melakukan pendekatan. Bisa lewat RT, atau kalau perlu ada penunjuk jalan untuk beberapa kasus tertentu."

Herlina menegaskan partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data Sensus Ekonomi 2026 yang nantinya digunakan sebagai pijakan dalam merancang program pembangunan dan pengembangan ekonomi Kota Batu di masa mendatang.

Sumber:

Berita Terkait