Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan, Tembus USD 4.141 per Ons, Ini Pemicunya
Harga emas dunia menyentuh level tertinggi dua pekan hingga USD 4.141 per ons, didorong pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.-Yt Bincang Saham-Yt Bincang Saham
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Harga emas dunia kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada perdagangan Rabu. Kenaikan ini dipicu kombinasi pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), meningkatnya aksi beli teknikal, serta kekhawatiran investor terhadap kondisi geopolitik global yang masih memanas.
Penguatan harga emas dunia menjadi perhatian pelaku pasar karena logam mulia tersebut sempat menyentuh level USD 4.141,59 per ons troi dalam perdagangan intraday. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 7 Juli 2026 dan menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset yang dianggap aman atau safe haven.
Selain itu, harga emas dunia juga mendapat dukungan dari melemahnya nilai tukar dolar AS. Karena emas diperdagangkan menggunakan mata uang dolar, pelemahan greenback membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut mendorong peningkatan permintaan di pasar internasional.
Pelemahan Dolar Dorong Kenaikan Emas
Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot ditutup menguat sekitar 1,3 persen menjadi USD 4.130,59 per ons troi. Selama sesi perdagangan, harga bahkan sempat mencapai USD 4.141,59 per ons sebelum akhirnya bergerak stabil di kisaran tersebut.
Analis pasar menilai pelemahan dolar menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas. Ketika indeks dolar melemah, daya beli investor luar Amerika terhadap emas meningkat sehingga permintaan ikut terdorong.
Selain faktor nilai tukar, pergerakan harga juga dipengaruhi aksi beli teknikal setelah emas berhasil menembus sejumlah level resistensi penting. Kondisi ini membuat sebagian investor menambah kepemilikan logam mulia sebagai bagian dari strategi investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
Ketegangan Timur Tengah Jadi Sorotan
Sentimen lain yang ikut menopang kenaikan harga emas adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pasar mencermati laporan mengenai kapal tanker minyak Arab Saudi yang dilaporkan berbalik arah di kawasan Laut Merah setelah muncul ancaman dari kelompok Houthi.
Perkembangan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan jalur distribusi energi global. Dalam situasi seperti ini, investor umumnya cenderung mengalihkan sebagian dana ke aset yang dinilai lebih aman, termasuk emas.
Karakter emas sebagai aset safe haven membuat logam mulia ini sering mengalami kenaikan permintaan ketika terjadi ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi, maupun meningkatnya risiko di pasar keuangan global.
Investor Menanti Keputusan The Fed
Di sisi lain, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed). Pasar saat ini menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Sejumlah pelaku pasar memperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya hingga akhir 2026. Proyeksi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global, termasuk harga emas.
Meski demikian, suku bunga yang bertahan di level tinggi dalam waktu lama memiliki dampak yang berbeda terhadap emas. Logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya, sehingga ketika suku bunga tinggi, sebagian investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih besar.
Karena itu, arah kebijakan The Fed dalam beberapa bulan mendatang akan tetap menjadi faktor penting yang menentukan pergerakan harga emas dunia.
Pelaku pasar juga akan terus mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik sebagai penentu arah investasi ke depan. Selama ketidakpastian masih tinggi, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu instrumen yang banyak dipantau investor sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.(*)
Sumber: yt bincang saham

