1 tahun disway

FKH UB Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pendampingan Kelompok Sapi Perah Sumber Rejeki, Selaras dengan SDGs

FKH UB Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pendampingan Kelompok Sapi Perah Sumber Rejeki, Selaras dengan SDGs

Dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat di KSP Sumber Rejeki. -fkh ub--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya ketahanan pangan melalui peningkatan kesehatan ternak dan produktivitas sapi perah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN)/Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tematik di Kelompok Sapi Perah (KSP) Sumber Rejeki, Dusun Princi, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

KSP Sumber Rejeki yang diketuai Puji Utomo merupakan salah satu sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Malang. Berlokasi pada ketinggian sekitar 700–900 meter di atas permukaan laut, kelompok ini memiliki lebih dari 400 ekor sapi perah yang menjadi sumber utama produksi susu bagi anggotanya.

Meski memiliki potensi produksi susu yang besar, kelompok peternak masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam aspek manajemen kesehatan ternak dan pemeliharaan. Kondisi tersebut mendorong tim dosen dan mahasiswa FKH UB menghadirkan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas usaha peternakan secara berkelanjutan.

Program ini dipimpin oleh Dr drh Fidi Nur Aini Eka Puji Dameanti MSi, bersama mahasiswa Alfanny Salsabilla Wahyu Hidayat, Nasywa Azalia, Ester Caroline, Salma Zahra, dan Aya Hazarahma melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat DPP/SPP Tahun 2026 serta KKN/PKL Tematik yang dilaksanakan pada April hingga Juli 2026.


Dokumentasi Tim KKN DPP SPP bersama anggota KSP Sumber Rejeki. -fkh ub--

Dalam kegiatan tersebut, tim FKH UB memberikan edukasi mengenai mastitis dan resistensi antibiotik, dua persoalan yang kerap memengaruhi kesehatan sapi perah sekaligus kualitas susu yang dihasilkan.

Selain itu, mahasiswa turut memberikan pendampingan mengenai Good Dairy Farming Practices (GDFP), manajemen pemerahan yang baik, deteksi dini mastitis klinis, pencegahan penyakit Brucellosis, hingga pengendalian Lumpy Skin Disease (LSD) melalui penerapan biosekuriti dan pembuatan fly trap sebagai upaya menekan populasi serangga pembawa penyakit.

Tak hanya berfokus pada kesehatan ternak, program ini juga memperkenalkan pengelolaan limbah cair peternakan menggunakan metode Constructed Wetland (CW). Teknologi ramah lingkungan tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran sekaligus mendukung praktik peternakan yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama berkelanjutan antara FKH UB dan KSP Sumber Rejeki yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir. Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi berupaya menghadirkan solusi ilmiah yang dapat langsung diterapkan oleh peternak dalam aktivitas sehari-hari.

Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menjaga kesehatan ternak, meningkatkan kualitas susu, memperkuat biosekuriti, serta mengelola limbah peternakan secara lebih efektif. Dengan demikian, produktivitas sapi perah dapat terus meningkat sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian SDGs, terutama Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis peternakan, Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesehatan hewan, Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah yang berkelanjutan, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Melalui program pengabdian yang berkelanjutan ini, FKH UB berharap inovasi dan pendampingan berbasis riset dapat terus memberikan manfaat nyata bagi peternak sapi perah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor peternakan. (kjsm)

Sumber: