81 tahun RI Disway

FKH UB Perkuat Smart Green Campus, Wujudkan Kampus Berkelanjutan yang Selaras dengan SDGs

FKH UB Perkuat Smart Green Campus, Wujudkan Kampus Berkelanjutan yang Selaras dengan SDGs

FKH UB menyelenggarakan kuliah umum bertema lingkungan hidup dan hemat energi. -fkh ub --

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Smart Green Campus FKH UB sebagai bagian dari pengembangan kampus berkelanjutan (sustainable campus). Berbagai program ramah lingkungan yang telah diimplementasikan menjadi bukti nyata dukungan fakultas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus mendukung program unggulan Rektor Universitas Brawijaya.

Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Dekan FKH UB drh Dyah Ayu Oktavianie AP MBiotech APVet. Menurutnya, pengembangan Smart Green Campus tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau. Tetapi juga membangun budaya akademik yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, efisiensi sumber daya, serta kesejahteraan seluruh sivitas akademika.

Salah satu fokus utama yang telah diwujudkan adalah pengelolaan sampah dan limbah secara terpadu. Di lingkungan FKH UB kini tersedia tempat sampah yang dipisahkan berdasarkan jenisnya untuk memudahkan proses daur ulang.


Tempat penyimpanan sampah sementara limbah B3 di lingkungan FKH UB. -fkh ub--

Fakultas juga memiliki depo limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sebagai sarana pengelolaan limbah sesuai standar keselamatan, serta mesin penghancur kertas yang mendukung pengelolaan dokumen secara aman.

Tidak berhenti di sana, FKH UB juga mengembangkan pengolahan kompos dari sampah organik sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular di lingkungan kampus.


Unit pengolahan biokompos di lingkungan FKH UB. --fkh ub--

Upaya tersebut diperkuat melalui pelatihan pengolahan sampah plastik bagi sivitas akademika yang diselenggarakan pada 26 Juni 2026 sebagai langkah meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Pada aspek efisiensi sumber daya, fakultas menyediakan water station dan dua titik stasiun pengisian air minum berbasis teknologi reverse osmosis. Fasilitas tersebut dihadirkan untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai sekaligus mendorong budaya penggunaan wadah minum yang lebih ramah lingkungan.


Salah satu water station di lingkungan FKH UB. -fkh ub--

Berbagai upaya penghematan energi juga diterapkan melalui pemasangan imbauan hemat listrik di sejumlah fasilitas kampus. Sementara itu, pembangunan vertical garden dan green rooftop menjadi bagian dari penguatan ruang terbuka hijau yang tidak hanya mempercantik kawasan kampus, tetapi juga membantu menurunkan suhu lingkungan.

FKH UB juga memberikan perhatian terhadap aspek inklusivitas dan kesejahteraan sivitas akademika. Hal itu diwujudkan melalui penyediaan ruang laktasi yang nyaman bagi ibu menyusui, termasuk fasilitas khusus di Gedung B, serta toilet dan jalur ramah disabilitas guna memastikan seluruh warga kampus memperoleh akses yang setara terhadap berbagai layanan dan fasilitas pendidikan.


Fasilitas parkir ramah disabilitas di FKH UB. -fkh ub.--

Sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas rendah emisi, fakultas turut menyediakan fasilitas sepeda yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi di lingkungan kampus. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi jejak karbon sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui penguatan literasi lingkungan. FKH UB menyelenggarakan kuliah umum bertema lingkungan hidup dan hemat energi yang menghadirkan dosen Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UB, Wresti Listu Anggayasti. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan, termasuk isu pencemaran sungai di sejumlah wilayah Jawa Timur yang memerlukan perhatian bersama.


FKH UB menyelenggarakan kuliah umum bertema lingkungan hidup dan hemat energi. -fkh ub --

Implementasi Smart Green Campus FKH UB memiliki keterkaitan erat dengan berbagai target SDGs. Penyediaan water station mendukung SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Sedangkan program hemat energi berkontribusi terhadap SDG 7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau.

Di sisi lain, pembangunan vertical garden, green rooftop, serta penyediaan fasilitas sepeda mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan sekaligus SDG 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim. Pengelolaan sampah terpadu, depo B3, pengolahan kompos, hingga pelatihan pengolahan sampah plastik juga menjadi implementasi nyata SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sekaligus mendukung SDG 15 terkait pelestarian ekosistem daratan.


Pelatihan pengolahan sampah plastik bagi sivitas akademika di FKH UB. -fkh ub --

Sementara itu, penyediaan ruang laktasi menjadi bagian dari dukungan terhadap SDG 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 5 tentang Kesetaraan Gender. Adapun fasilitas ramah disabilitas memperkuat komitmen FKH UB dalam mendukung SDG 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan melalui penyediaan akses yang inklusif bagi seluruh sivitas akademika.

Melalui implementasi berbagai program tersebut, FKH UB berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor budaya keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Smart Green Campus diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan ekosistem akademik yang sehat, inklusif, dan ramah lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

Sumber:

Berita Terkait