Roberto Ayala Minta Maaf atas Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Bantah Pukul Dani Olmo
Roberto Ayala akui khilaf dan sampaikan penyesalan usai lepas kendali emosi saat bentrok dengan Dani Olmo pascafinal.--Getty Images--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Asisten pelatih Timnas Argentina Roberto Ayala akhirnya buka suara terkait kericuhan yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026. Mantan kapten Albiceleste itu mengakui telah kehilangan kendali emosi dan menyampaikan penyesalannya atas insiden yang melibatkan gelandang Spanyol, Dani Olmo.
Kericuhan pecah setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey, Senin dini hari WIB (20/7/2026). Bentrokan antarpemain sempat terjadi di tengah lapangan hingga melibatkan staf pelatih kedua tim.
Dalam insiden tersebut, Nahuel Molina terlihat menyerang Rodri, Leandro Paredes mendorong Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi. Ayala pun ikut terseret ke dalam keributan.
Dalam wawancara bersama Esports Migdia di Valencia Capital Radio, Ayala mengakui tindakannya tidak mencerminkan sikap seorang anggota tim pelatih.
"Jelas saya menyesal. Dengan jabatan yang saya miliki, saya tidak boleh membiarkan emosi memengaruhi sikap maupun tindakan saya. Saya sangat menyesalkan apa yang terjadi," ujar Ayala.
Bantah Memukul Dani Olmo

Bantah tuduhan memukul Dani Olmo, Ayala bertekad minta maaf secara langsung usai emosinya terpancing di laga puncak.--TyC Sports.com--
Ayala juga membantah tudingan bahwa dirinya memukul Dani Olmo. Menurutnya, kontak yang terjadi hanyalah dorongan spontan di tengah situasi yang memanas.
"Bagi saya, persoalan ini harus berhenti sampai di sini. Itu lebih merupakan dorongan, bukan pukulan seperti yang digambarkan beberapa pihak," tegasnya.
Ia memastikan akan meminta maaf secara langsung apabila bertemu kembali dengan gelandang Spanyol tersebut.
"Jika nanti saya bertemu Dani Olmo, tentu saya akan meminta maaf secara langsung."
Mengaku Masuk Lapangan untuk Melerai

Dinilai emosional dan abaikan fair play, aksi Molina, Paredes, dan Ayala banjir kritik pedas usai terekam serang pemain Spanyol.--Getty Images--
Ayala menjelaskan, dirinya sebenarnya masuk ke lapangan dengan tujuan memisahkan para pemain Argentina agar keributan tidak semakin meluas.
Menurutnya, staf pelatih berupaya membawa para pemain keluar dari kerumunan demi meredakan situasi.
"Saat pertandingan selesai, saya melihat ada keributan di tengah lapangan. Kami langsung berlari untuk membawa pemain kami menjauh agar semuanya berhenti karena itu bukan jati diri tim ini," ungkapnya.
Namun di tengah situasi yang penuh tekanan, emosinya ikut terpancing hingga terjadi kontak dengan Dani Olmo.
"Saya bertanggung jawab penuh atas apa yang saya lakukan. Niat saya memang untuk melerai. Tapi ketika adrenalin sedang tinggi, terkadang sesuatu terjadi begitu saja."
Meski demikian, Ayala menegaskan hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan pembenar. "Sebagai pelatih, perilaku saya harus berbeda, apa pun provokasinya."
Ia juga mengungkapkan sempat berbicara dengan Eric Garcia seusai pertandingan untuk menjelaskan bahwa dirinya datang bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan melerai sekaligus memberikan ucapan selamat kepada kubu Spanyol.
Akui Spanyol Layak Jadi Juara
Selain meminta maaf, Ayala mengakui Spanyol memang tampil lebih baik dan pantas menjadi juara dunia. "Mereka memang lebih unggul. Spanyol memainkan sepak bola yang sangat bagus dan layak menikmati kemenangan itu."
Meski menerima kekalahan, Ayala menilai pemberitaan mengenai Argentina kurang berimbang. Ia merasa banyak gestur pemain Spanyol yang luput dari sorotan, sementara tindakan Argentina selalu mendapat perhatian lebih besar.
"Saya berharap jurnalisme yang benar-benar objektif tetap dikedepankan," katanya.
Ayala juga membantah anggapan bahwa skuad Argentina sengaja tidak menghormati prosesi penyerahan trofi kepada Spanyol. Menurutnya, beberapa keluarga pemain mengalami kendala di tribun sehingga para pemain lebih dahulu menghampiri mereka.
"Kami tetap menyaksikan prosesi penyerahan trofi dari sana. Itu sama sekali bukan bentuk rasa kesal atau tidak menghormati Spanyol," jelasnya.
Melalui permintaan maaf tersebut, Ayala berharap polemik yang muncul setelah final Piala Dunia 2026 dapat segera berakhir dan perhatian publik kembali tertuju pada prestasi Spanyol sebagai juara dunia.
Sumber: harian.disway.id

