1 tahun disway

Sudaryono Sebut MBG Jadi 'Pacman' Pertanian, Petani Tak Perlu Lagi Buang Hasil Panen

Sudaryono Sebut MBG Jadi 'Pacman' Pertanian, Petani Tak Perlu Lagi Buang Hasil Panen

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Istana Kepresidenan, Jakarta-Anisha---

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak sektor pertanian nasional dengan menyerap hasil produksi petani dalam jumlah besar.

Usai dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026), Sudaryono mengibaratkan Program Makan Bergizi Gratis seperti karakter gim "Pacman" yang mampu menyerap berbagai komoditas pangan sehingga persoalan kelebihan pasokan (oversupply) hasil panen dapat ditekan.

"Ini adalah program grande. Saya di beberapa kesempatan menyampaikan bahwa program ini ibarat Pacman. Jadi apa-apa dimakan," ujar Sudaryono.

Menurutnya, kebutuhan bahan baku yang sangat besar dalam pelaksanaan Program MBG akan menciptakan pasar baru bagi hasil pertanian, peternakan, dan hortikultura. Dengan demikian, produk pangan yang selama ini kerap tidak terserap pasar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah tersebut.

Sudaryono mencontohkan, dalam beberapa tahun terakhir sempat muncul kasus peternak membuang susu segar hingga petani membuang hasil panen karena harga anjlok akibat kelebihan produksi. Ia berharap kondisi serupa tidak lagi terjadi setelah Program MBG berjalan secara optimal.

"Kalau kita lihat dulu ada orang mandi-mandi susu, sekarang insyaallah tidak ada lagi. Ada orang buang-buang wortel, insyaallah tidak ada lagi. Ada petani buang-buang sayuran, buang-buang bawang, dan lain-lain, insyaallah dengan program ini," katanya.

Telur dan Daging Ayam oversupply di Jawa, Kurang di Luar Jawa

Meski demikian, Sudaryono mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama terkait sistem distribusi pangan nasional. Menurutnya, distribusi yang belum merata menyebabkan sejumlah komoditas mengalami kelebihan pasokan di Pulau Jawa, sementara wilayah luar Jawa masih mengalami kekurangan.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah telur dan daging ayam. Selama ini produksi di Pulau Jawa dinilai melimpah, tetapi distribusinya ke berbagai daerah belum berjalan optimal.

"Yang tinggal kita perhatikan adalah urusan distribusi. Salah satunya pemenuhan telur dan ayam yang tersebar di luar Jawa, karena secara distribusi di luar Jawa masih dipandang kurang dan terjadi oversupply di Pulau Jawa," jelasnya.

Selain memperkuat penyerapan hasil pertanian, Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat. Program tersebut menyasar anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok lanjut usia sebagai penerima manfaat utama.

MBG Program dari Rakyat untuk Rakyat

Ia juga mengingatkan bahwa anggaran Program MBG berasal dari uang rakyat sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

"Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program. Jadi bukan hanya menyediakan makan, tapi menyediakan gizi yang sesuai dan baik untuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan juga para lansia," tegasnya.

Sudaryono berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas harga komoditas pertanian. Serta, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak melalui penyerapan hasil produksi yang lebih berkelanjutan.

Sumber: disway.id

Berita Terkait