Nanik Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Eks Kepala BGN Tegaskan MBG Nanik S Deyang. ---wikipedia--
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah sekitar satu setengah bulan memimpin lembaga tersebut. Keputusan itu diambil karena alasan kesehatan, menyusul rencana pengobatan penyakit jantung yang akan dijalaninya di luar negeri.
Kabar pengunduran diri tersebut dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.
"Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala BGN," ujar Dirgayuza, Rabu (22/7/2026).
Melalui akun Facebook pribadinya, Nanik mengaku mengambil keputusan tersebut dengan berat hati demi memulihkan kondisi kesehatannya.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri terkait kondisi jantung saya."
BACA JUGA:Nanik S Deyang Mengaku Diteror hingga Buang Nomor HP, Trauma Pegang Anggaran Negara
Ia menegaskan, keputusan berobat ke luar negeri bukan karena meragukan kualitas tenaga medis Indonesia, melainkan untuk memperoleh second opinion berdasarkan rekomendasi dari rekan yang pernah menjalani perawatan di rumah sakit tujuan.
Prabowo Minta Tetap Awasi BGN
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya berkontribusi mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Nanik, Presiden bahkan berencana membentuk Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional, dan dirinya diminta mengisi posisi ketua.
"Presiden menyetujui pengunduran diri saya, namun meminta saya tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan akan dibentuk Dewan Pengawas dan saya diminta menjadi ketuanya."
Nanik juga memberi isyarat bahwa penggantinya berasal dari lingkaran yang telah lama bekerja bersamanya.
"Insyaallah pengganti saya adalah 'adik saya', sehingga kalau ada yang menyimpang saya masih bisa menjewer."
BACA JUGA:Moratorium SPPG di Jatim Bikin 800 Dapur Mangkrak, Investor Terancam Gagal Bayar
Tata Kelola MBG Mulai Dibenahi
Sebelum mundur, Nanik mengungkapkan pemerintah telah mulai melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sesuai arahan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna.
Menurutnya, Presiden meminta pelaksanaan MBG diperbaiki secara menyeluruh, termasuk melakukan refocusing penerima manfaat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Salah satu kebijakan yang diterapkan ialah penghentian sementara penyaluran MBG selama masa libur sekolah, termasuk penghentian pemberian insentif kepada mitra pada periode tersebut.
Nanik menyebut kebijakan itu menghasilkan efisiensi anggaran sekitar Rp17,5 triliun, yang terdiri atas Rp14,5 triliun dari penyaluran MBG dan sekitar Rp3 triliun dari insentif mitra.
Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
BACA JUGA:Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN, Pilih Berobat ke Luar Negeri karena Penyakit Jantung
"Pak Presiden pada prinsipnya menyetujui seluruh langkah perbaikan dan meminta kami tidak takut mengambil keputusan selama tujuannya memperbaiki sistem dan tata kelola yang ada," tutup Nanik.
Sumber: harian.disway.id

