1 tahun disway

Nanik S Deyang Mengaku Diteror hingga Buang Nomor HP, Trauma Pegang Anggaran Negara

Nanik S Deyang Mengaku Diteror hingga Buang Nomor HP, Trauma Pegang Anggaran Negara

Melalui akun media sosialnya, terungkap pengakuan Nanik S Deyang diteror hingga buang nomor HP.-dok disway---

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkap tekanan berat yang dialaminya selama memimpin lembaga tersebut. Melalui unggahan di media sosial, ia mengaku mengalami teror, stres berkepanjangan, hingga memutuskan membuang nomor telepon pribadinya demi menjaga kondisi kesehatan.

Pengakuan itu disampaikan sebelum dirinya resmi menemui Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pengunduran diri sebagai Kepala BGN. Nanik memilih mundur karena ingin fokus menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya.

Ia menjelaskan akan menjalani pemeriksaan dan pengobatan di luar negeri. Dalam kesempatan itu, Presiden menerima pengunduran dirinya sekaligus memintanya tetap berkontribusi mengawasi Badan Gizi Nasional apabila Dewan Pengawas BGN nantinya dibentuk.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya," tulis Nanik.

"Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya diminta menjadi ketuanya," lanjutnya.

BACA JUGA:Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN, Pilih Berobat ke Luar Negeri karena Penyakit Jantung

Trauma Kelola Anggaran Negara

Dalam unggahan tersebut, Nanik mengungkap salah satu sumber tekanan terbesar selama menjabat adalah tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah sangat besar.

Ia mengaku bukan persoalan membenahi organisasi yang membuatnya tertekan, melainkan rasa takut apabila terjadi kesalahan dalam penggunaan uang negara.

"Membereskan kekacauan di BGN mungkin meski berat saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma akut."

Menurutnya, setiap keputusan yang berkaitan dengan anggaran selalu membuat dirinya cemas.

"Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan."

Nanik menggambarkan tanggung jawab tersebut seperti berdiri di tepi jurang.

"Menjaga uang besar agar tersalurkan dengan benar seperti berdiri di tebing jurang yang curam. Meleng sedikit bisa terjerembab."

BACA JUGA:Nanik Janji Tak Putuskan Anggaran jika Agustina Arumsari Tak Setuju, Siapkan Dapur MBG Non-APBN di Daerah 3T

Selalu Minta Paraf Wakil Kepala

Karena kekhawatiran tersebut, Nanik mengaku tidak pernah menandatangani dokumen penting sendirian.

"Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apa pun saya tidak mau sendiri. Harus dua wakil kepala ikut paraf, baru saya mau tanda tangan."

Ia juga mengaku berkali-kali meminta penjelasan sebelum mengambil keputusan.

"Setiap kebijakan saya tanya berulang-ulang. Bahkan kalau sekretaris pribadi membawa tumpukan dokumen saya sudah parno duluan dan badan panas dingin, akibatnya saya ambruk."

Nanik turut menyampaikan apresiasi kepada dua wakil kepala BGN yang menurutnya banyak membantu menjalankan tugas, yakni Arumsari dan Trenggono.

Diteror hingga Buang Nomor HP

Selain tekanan pekerjaan, Nanik mengaku mengalami teror yang membuatnya memilih membuang nomor telepon yang selama ini digunakan.

Menurutnya, keputusan tersebut justru memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatannya.

BACA JUGA:Moratorium SPPG di Jatim Bikin 800 Dapur Mangkrak, Investor Terancam Gagal Bayar

"Capai diteror kanan-kiri dan membuang nomor HP ternyata 50 persen dari obat jantung saya."

Kini, ia mengaku hanya sesekali membuka media sosial dan jika ingin menghubungi seseorang harus meminjam telepon sekretaris pribadinya.

Di akhir unggahannya, Nanik menyampaikan refleksi mengenai jabatan publik yang menurutnya tidak selalu membawa kenyamanan.

"Bila Anda berselimut madu, maka jangan dikira Anda akan punya hidup yang manis. Di situ Anda akan diserang dari berbagai penjuru angin yang ingin menikmati madu yang Anda pegang."

Ia pun menutup tulisannya dengan kalimat yang menggambarkan keputusannya untuk mengakhiri masa jabatan di BGN.

"Kayaknya angkat bendera putih deh."

Sumber: disway.id

Berita Terkait