1 tahun disway

Membongkar Logika Keimanan hingga Tabiat Perempuan, Pesan Mendalam dan Jenaka dari Gus Baha

Membongkar Logika Keimanan hingga Tabiat Perempuan, Pesan Mendalam dan Jenaka dari Gus Baha

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. --islami.co--

MALANG. DISWAYMALANG.ID—Dalam sebuah pengajian penuh sesal dan tawa, ulama tersohor KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengulas tiga topik krusial yang kerap menjadi perdebatan hangat di masyarakat: pilar logika keimanan, fenomena kebaikan tanpa konsep Tuhan, serta cara bijak seorang pria dalam menghadapi tabiat perempuan.

Seperti biasa, pengajian Gus Baha menyedot perhatian jemaah. Pesan-pesan keagamaannya yang bernas dan rasional disampaikan dengan gaya penyampaian yang khas —ringan, sarat humor, namun berbobot. 

​Meredefinisi Logika Keimanan

​Gus Baha mengawali ceramahnya dengan menegaskan bahwa keimanan dalam Islam bukanlah bentuk doktrin buta (blind faith). Namun, sebuah kesadaran yang sejatinya sangat masuk akal. Menurut santri almarhum KH Maimoen Zubair itu, keimanan kepada Allah Swt justru merupakan puncak dari fungsi akal sehat manusia.

BACA JUGA:Gus Baha Ungkap Solusi dan Resep Batin saat Divonis Penyakit Berat yang Sulit Disembuhkan

​"Islam itu sangat rasional. Bagaimana mungkin keteraturan alam semesta yang begitu presisi ini terjadi begitu saja tanpa ada Sang Pencipta?" tutur Gus Baha di hadapan ribuan jemaah.

​Gus Baha menekankan bahwa logika justru harus digunakan untuk memperkuat fondasi iman. Bukan sebaliknya dipakai untuk meragukan keberadaan Pencipta. Logika manusia yang terbatas hendaknya sadar diri akan batas kemampuannya saat berhadapan dengan kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas.

​Kebaikan Tanpa Tuhan: Nilai Etika vs Transendensi

​Menanggapi wacana modern mengenai moralitas sekuler atau "kebaikan tanpa Tuhan" —ketika seseorang berbuat baik tanpa melandaskannya pada agama— Gus Baha memberikan pandangan yang jernih dan mendalam. Dia tidak menampik bahwa secara kemanusiaan, siapa pun dapat melakukan aksi sosial dan kebaikan.

​Namun, terdapat perbedaan mendasar antara kebaikan yang dilandasi iman dengan kebaikan yang hampa dari nilai transendental.

BACA JUGA:Gus Baha: Sebesar Apa Pun Dosa Zina, Jangan Pernah Putus Asa dari Ampunan Allah

  • ​Kebaikan Berbasis Keimanan: Memiliki akar yang kokoh karena bernilai ibadah dan berdimensi keabadian (akhirat).
  • ​Kebaikan Tanpa Tuhan: Rentan kehilangan pijakan dan tujuan akhir ketika apresiasi manusia di dunia tidak lagi didapatkan.

​"Berbuat baik itu mulia, tetapi meniadakan Tuhan dalam kebaikan sama saja dengan menikmati fasilitas sebuah rumah tanpa mau mengakui siapa pemilik rumah tersebut," tegas Gus Baha dengan analogi yang sederhana namun menohok.

​Seni Menghadapi Tabiat Perempuan

​Sesi yang paling menyedot gelak tawa sekaligus perenungan adalah saat Gus Baha mengulas tentang hubungan suami istri. Khususnya cara menghadapi sifat dan karakter perempuan. Mengutip hadis Nabi saw mengenai perempuan yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, Gus Baha mengingatkan para pria untuk tidak bersikap kaku.

Gus Baha menjelaskan bahwa tabiat perempuan —dengan segala dinamika emosinya— merupakan sunnatullah yang harus dipahami dengan kesabaran. Bukan dilawan dengan kekerasan atau ego maskulin.

BACA JUGA:Gus Baha Ungkap Rahasia Waktu Subuh: Momentum Emas Penentu Kelancaran Rezeki dan Keberkahan Hidup

  • ​Bila dipaksa lurus: Tulang tersebut akan patah (menyebabkan keretakan rumah tangga).
  • ​Bila dibiarkan begitu saja: Akan tetap bengkok tanpa bimbingan.

​Gus Baha berseloroh bahwa mengalah pada istri dalam hal-hal kecil bukanlah tanda kelemahan seorang pria. Namun, wujud kematangan jiwa dan bagian dari latihan kesabaran menuju derajat wali.

​Pengajian tersebut ditutup dengan pesan agar umat Islam senantiasa menjaga kedamaian hati. Tidak gampang menghakimi. Serta, terus memperluas khazanah pemahaman agama secara cerdas dan bijaksana. Lewat penjelasan yang menyegarkan ini, Gus Baha sekali lagi membuktikan bahwa ajaran Islam mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menghangatkan suasana kehidupan sehari-hari.

Sumber: youtube