1 tahun disway

Cuaca Malang Raya 22 Juli: Bediding Ekstrem, Dominan Cerah Berawan, Gerimis Sore di Dataran Tinggi Kabupaten

Cuaca Malang Raya 22 Juli: Bediding Ekstrem, Dominan Cerah Berawan, Gerimis Sore di Dataran Tinggi Kabupaten

Ilustrasi cerah berawan. Malang Raya hari ini diprediksi cerah berawan saat siang hari. -ist--

MALANG, DISAWAYMALANG.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis laporan dinamika cuaca untuk wilayah Malang Raya pada Rabu, 22 Juli 2026. Seluruh wilayah dominan cerah berawan pada siang hari.

Ada potensi kabut tebal pagi dan malam hari di area dataran tinggi Kabupaten Malang. Selain itu, fenomena udara dingin khas musim kemarau (bediding) masih menyelimuti dataran tinggi dan kawasan perkotaan. 

​Kota Malang Dominan Cerah Berawan

​Masyarakat di kawasan Kota Malang (Klojen, Lowokwaru, Blimbing, Sukun, dan Kedungkandang) diimbau bersiap menghadapi perubahan suhu yang cukup kontras dari pagi hingga malam hari:

  • ​Dini Hari-Pagi Hari (00.00-06.00 WIB): Udara terasa sangat dingin menyengat (bediding) dengan suhu berkisar antara 18°C hingga 20°C. Kabut tipis menyelimuti area terbuka dan kelembapan udara menyentuh 85–95%.  
  • ​Pagi-Siang Hari (07.00-11.00 WIB): Langit mulai terbuka cerah berawan. Suhu meningkat hangat secara bertahap mencapai 22°C hingga 26°C.  
  • ​Siang-Sore Hari (12.00-16.00 WIB): Sinar matahari berada di puncaknya dengan suhu maksimun kisaran 27°C hingga 29°C. Kelembapan melandai hingga 50–60%. Angin berembus perlahan dari arah Selatan.  
  • ​Malam Hari (17.00-23.00 WIB): Cuaca berangsur berawan tebal. Suhu kembali merosot drastis ke angka 20°C-21°C, membawa kembali udara dingin khas perkotaan Malang.  

Keterangan cuaca:

  • Udara kabur menurut BMKG adalah kondisi atmosfir mengalami keterbatasan jarak pandang 1-5 km akibat partikel kering seperti asap, debu, dan polutan yang melayang di udara.
  • Kabut adalah titik-titik air di permukaan bumi terkondensasi yang menghalangi jarak pandang hingga 1 km.
  • Kabut/asap adalah kondisi udara yang dipenuhi campuran partikel uap air (kabut) dan partikel sisa pembakaran (asap) yang dapat mengganggu jarak pandang hingga 1 km.
  • Cerah adalah langit terang dengan tutupan mendung 0 - 12,5%
  • Cerah berawan bila tutupan mendung di langit 12,5 - 50%
  • Berawan bila tutupan awan di langit 50 - 87,5%
  • Berawan tebal bila tutupan mendung 87,5 - 100%.
  • Hujan ringan turun dengan intensitas rendah 1-5 mm/jam berupa gerimis atau hujan sesaat yang membuat tanah basah/jalan licin. 

​Kabupaten: Dataran Tinggi Kabut Pagi, Gerimis Sore 

​Kabupaten Malang memiliki variasi cuaca yang cukup beragam, dari wilayah lereng pegunungan hingga dataran rendah selatan:  

  • ​Dini Hari-Pagi Hari (00.00-06.00 WIB): Udara berkabut pekat dan udara kabur menyelimuti wilayah dataran tinggi seperti Poncokusumo, Ngantang, Dau, dan Pujon dengan suhu terendah 14°C hingga 17°C. Sementara kawasan selatan (Donomulyo, Bantur, Gedangan) terpantau cerah berawan di kisaran 21°C.  
  • ​Siang Hari (11.00-15.00 WIB): Didominasi cuaca cerah berawan di sebagian besar kecamatan. Suhu udara rata-rata berkisar 25°C hingga 28°C.  
  • ​Sore Hari (15.00-18.00 WIB): Kawasan lereng pegunungan (Poncokusumo, Karangploso, Jabung) berpotensi mengalami tutupan awan tebal hingga gerimis atau hujan ringan lokal.  
  • ​Malam Hari (19.00-23.00 WIB): Kelembapan udara meningkat tinggi hingga 90–94%. Suhu merosot ke angka 19°C-21°C, disertai pembentukan kabut tipis di jalan-jalan penghubung antarkecamatan.  

​Kota Batu Kabut Pekat Pagi dan Sore-Malam

​Sebagai kota wisata dataran tinggi, Kota Batu (Bumiaji, Batu, dan Junrejo) akan diselimuti fenomena kabut dan embun pagi yang cukup pekat:

  • ​Dini Hari-Pagi Hari (00.00-06.00 WIB): Fenomena kabut pekat dan embun pagi membungkus Bumiaji dan Kota Batu. Suhu udara minimum menyentuh titik ekstrem dingin di kisaran 13°C hingga 15°C.  
  • ​Pagi Hari (07.00-10.00 WIB): Kabut perlahan terangkat berganti udara kabur berawan sejuk dengan suhu berkisar 17°C-20°C.
  • ​Siang Hari (11.00-15.00 WIB): Kondisi cerah berawan dengan suhu maksimal hangat-sejuk hanya menyentuh 22°C hingga 24°C. Cocok untuk aktivitas wisata luar ruangan.  
  • ​Sore-Malam Hari (16.00-23.00 WIB): Suhu merosot cepat kembali ke angka 14°C-16°C. Kabut tebal diperkirakan kembali turun menutup jalur wisata utama, sehingga pengguna jalan wajib menyalakan lampu kabut.  

​Perairan Malang Selatan 

​Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim:

  • ​Kondisi Cuaca: Dini hari hingga sore hari umumnya cerah berawan hingga berawan.  
  • ​Tinggi Gelombang: Diperkirakan berada dalam kategori Sedang hingga Tinggi, berkisar antara 1,5 meter sampai 2,5 meter di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur.
  • ​Arah dan Kecepatan Angin: Angin berembus dominan dari arah Timur ke Tenggara dengan kecepatan rata-rata 10–22 knot (18–40 km/jam).  
  • ​Imbauan: Nelayan dan wisatawan pantai di kawasan Pantai Sendangbiru, Balekambang, hingga Gua China diimbau waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan arus bawah laut yang kuat pada siang hingga sore hari.

​Prakiraan Cuaca Pegunungan Malang Raya Akhir Pekan

​Bagi para pendaki dan wisatawan alam yang berencana menghabiskan akhir pekan di wilayah pegunungan Malang Raya (Gunung Arjuno, Welirang, Kawi, dan Bromo-Semeru):

  • Gunung Bromo dan Semeru: Cerah berawan, kabut tebal sore hari, 8°C–11°C, potensi embun upas (frost) di lautan pasir pada dini hari.
  • Gunung Arjuno dan Welirang: Berawan tebal, gerimis singkat sore hari, 9°C-12°C, angin kencang di Puncak Ogal-Agil pada malam hari.
  • Gunung Kawi dan Panderman: Udara Kabur, dominan berawan, 12°C-15°C, jarak pandang terbatas akibat kabut pekat saat malam.

Potensi Cuaca Ekstrem Jawa Timur Hari Ini 

​Meski wilayah Jawa Timur secara umum telah memasuki periode musim kemarau, BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait dinamika cuaca lokal:

​Peringatan BMKG: Diprakirakan terdapat potensi angin kencang sesaat dan penurunan suhu minimum yang signifikan (fenomena bediding) di seluruh dataran tinggi Jawa Timur.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi fisik dari perubahan suhu mendadak, serta mewaspadai potensi timbulnya titik api (Karhutla) akibat vegetasi yang mengering dan angin berembus kencang.

Sumber: bmkg.go.id

Berita Terkait