EMBA Group Tegaskan Nama EMBA Bukan Singkatan Embong Bandulan, Ini Sejarah Resminya
--
SUKUN, DISWAYMALANG.ID–malang.disway.id/listtag/24817/emba">EMBA Group meluruskan informasi yang selama ini beredar luas di berbagai platform digital yang menyebut nama merek malang.disway.id/listtag/24817/emba">EMBA merupakan singkatan dari "Embong Bandulan". Perusahaan menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah menjadi bagian dari sejarah maupun identitas resmi merek yang telah digunakan sejak 1982.
Klarifikasi disampaikan setelah perusahaan menemukan masih banyak publikasi di internet, media sosial, hingga platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menyebutkan narasi tersebut tanpa didukung sumber resmi.
Manajemen menegaskan bahwa nama malang.disway.id/listtag/24817/emba">EMBA dipilih melalui proses branding yang matang untuk membangun identitas merek berskala nasional, bukan sebagai akronim dari nama wilayah tertentu.
BACA JUGA:Memasuki Tahap Awal, Pengerjaan Beton Rigid Kawasan Patih Kota Batu Resmi Dimulai
EMBA Dibangun sebagai Identitas Merek Nasional
Dalam keterangan resminya, manajemen menjelaskan bahwa sejak awal nama EMBA memang dirancang sebagai identitas merek yang memiliki visi jangka panjang di industri fesyen Indonesia.
"EMBA dipilih sebagai nama brand melalui proses branding yang matang untuk pasar nasional. Ini bukan singkatan dari lokasi tertentu, melainkan identitas merek yang kami bangun dengan visi jangka panjang," tulis manajemen EMBA Group.
Menurut perusahaan, klarifikasi ini penting agar informasi mengenai sejarah dan identitas merek tidak terus berkembang tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berawal dari Usaha Konveksi di Kota Malang
EMBA Group menjelaskan perjalanan perusahaan bermula pada 1968 ketika Bambang Herlambang bersama Leonita Ikawati merintis usaha konveksi di Kota Malang.
BACA JUGA:FH UB Tutup PKM 2026, Libatkan 431 Mahasiswa dan Hasilkan Ratusan Luaran Pengabdian untuk Desa
Empat tahun kemudian, usaha tersebut berkembang menjadi CV Bambang Brothers Combination (BBC) yang memproduksi pakaian formal.
Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1982 saat perusahaan meluncurkan merek EMBA sebagai lini pakaian kasual dan denim. Sejak saat itu, nama EMBA digunakan sebagai identitas merek dagang dan bukan merupakan kependekan dari nama lokasi tertentu.
Perkembangan bisnis kemudian berlanjut pada 1994 ketika perusahaan bertransformasi menjadi EMBA Group, yang menaungi berbagai lini usaha di industri fesyen nasional.
Tetap Menghargai Kota Malang sebagai Tempat Berdiri
Meski meluruskan asal-usul nama merek, perusahaan menegaskan tetap menghargai Kota Malang sebagai tempat lahir dan berkembangnya usaha yang kini telah menjadi salah satu pelaku industri fesyen nasional.
Manajemen menilai sejarah perjalanan perusahaan dan identitas merek merupakan dua hal yang berbeda sehingga perlu dipahami secara tepat oleh masyarakat.
"Kami tidak pernah melupakan asal perjalanan perusahaan di Kota Malang. Namun informasi mengenai asal-usul nama brand perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," tulis manajemen, Selasa (21/7/2026).
Ajak Masyarakat Mengacu pada Informasi Resmi
EMBA Group juga mengajak masyarakat, media massa, hingga pengelola platform digital untuk menggunakan informasi resmi perusahaan ketika mempublikasikan sejarah maupun identitas merek EMBA.
Perusahaan berharap langkah klarifikasi ini dapat menjaga akurasi informasi yang beredar di ruang digital sekaligus mencegah berkembangnya narasi yang tidak sesuai dengan sejarah resmi perusahaan.
Dengan penegasan tersebut, EMBA Group ingin memastikan bahwa identitas merek yang telah dibangun selama lebih dari empat dekade tetap dipahami secara benar oleh masyarakat sebagai bagian dari perjalanan panjang perusahaan di industri fesyen Indonesia.
Sumber:


