1 tahun disway

Gus Baha Ungkap Solusi dan Resep Batin saat Divonis Penyakit Berat yang Sulit Disembuhkan

Gus Baha Ungkap Solusi dan Resep Batin saat Divonis Penyakit Berat yang Sulit Disembuhkan

Gus Baha di depan jemaahnya (ilustrasi)-panca rp-

MALANG, DISWAYMALANG.ID—Dalam sebuah ceramah yang menyejukkan hati, ulama kondang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha memberikan pesan mendalam bagi siapa saja yang sedang diuji penyakit berat atau sulit disembuhkan. Ketika seseorang divonis menderita penyakit yang secara medis sulit diobati, kuncinya bukan hanya terletak pada ikhtiar medis. Namun, juga pada penataan hati dan sudut pandang (perspektif) seorang hamba terhadap takdir Allah Swt.

​1. Menjaga Husnuzan dan Ridha terhadap Takdir Allah

​Gus Baha menegaskan bahwa ujian berupa penyakit berat sering kali membuat seseorang berada di titik terendah. Namun, pada momen kritis inilah kualitas iman seorang muslim diuji. Beliau mengimbau agar umat Islam tidak terburu-buru berkecil hati, apalagi bersikap patah semangat terhadap rahmat Allah.

​"Penyakit itu bagian dari takdir Allah. Sering manusia berfokus pada rasa sakitnya, padahal di balik itu Allah sedang menghapus dosa-dosa atau menaikkan derajat seorang hamba," tutur Gus Baha dalam ceramahnya.

​Solusi utama ketika menghadapi situasi ini adalah membangun rasa husnuzan (prasangka baik) dan ridha. Menurut Gus Baha, ketika hati sudah bisa menerima takdir dengan kelapangan, beban mental yang menghimpit akan terangkat. Rasa ikhlas tersebut justru menjadi obat rohani yang ampuh untuk menenangkan jiwa, yang secara tak langsung mendukung proses penyembuhan fisik.

​2. Ikhtiar Medis Tanpa Melupakan Hakikat Tawakal

​Meski menekankan aspek rohani, Pengasuh LP3IA Narukan Rembang ini tidak pernah mengabaikan pentingnya berobat secara medis. Menurut beliau, mendatangi dokter dan mengonsumsi obat adalah bentuk menaati syariat (ikhtiar). Namun, yang perlu diluruskan adalah keyakinan di dalam hati:

  • ​Dokter dan Obat: Hanyalah perantara atau sebab lahiriah.
  • ​Allah Swt: Satu-satunya Zat yang Maha Menyembuhkan (Asy-Syafi).

​Gus Baha mengingatkan agar seseorang tidak menggantungkan harapan sepenuhnya pada obat atau kepintaran dokter semata, melainkan menggantungkannya langsung kepada Allah. Jika medis sudah menyatakan "sulit sembuh", maka di situlah letak keajaiban tawakal dimulai. Bagi Allah, tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, dan tidak ada hal yang mustahil untuk disembuhkan.

​3. Memperbanyak Doa dan Istighfar

​Sebagai langkah konkret yang diajarkan Rasulullah saw, Gus Baha mengajak umat untuk memperbanyak permohonan ampun (istighfar) dan berdoa. Dosa-dosa yang pernah dilakukan manusia kerap menjadi penyumbat datangnya keberkahan dan kesembuhan. Dengan memperbanyak istighfar, hati menjadi bersih, jiwa menjadi tenang, dan pintu-pintu rahmat Allah akan terbuka lebar.

​Selain itu, Gus Baha mengingatkan agar pasien dan keluarga tidak berhenti memanjatkan doa. Doa orang yang sedang sakit termasuk salah satu doa yang sangat diijabah oleh Allah Swt.

​4. Senantiasa Bersyukur dan Menghindari Keluhan

​Salah satu poin penting yang sering ditekankan Gus Baha adalah pentingnya menjaga rasa syukur. Ketika tubuh ditimpa penyakit berat pada satu organ, sebenarnya masih banyak organ tubuh lain yang berfungsi dengan sangat baik.

​Menghitung-hitung nikmat yang masih tersisa akan mencegah seseorang dari sikap mengeluh. Mengeluh hanya akan menambah beban penderitaan, sedangkan bersyukur dan tersenyum dalam menghadapi ujian akan mendatangkan ketenangan batin yang luar biasa.

​"Jangan sampai sakit fisikmu bertambah parah karena hatimu juga ikut sakit oleh rasa kecewa dan prasangka buruk kepada Allah," tambah Gus Baha.

Sumber: youtube