Rumor Naturalisasi Timnas Indonesia Kian Ramai, Pascal Struijk hingga Givairo Read Jadi Sorotan
Rumor naturalisasi Timnas Indonesia kembali mencuat jelang ASEAN Championship 2026. Pascal Struijk, Givairo Read, dan Gjivai Zechiël jadi sorotan.-Yt ARP-Yt ARP
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Isu naturalisasi Timnas Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat menjelang bergulirnya ASEAN Championship 2026. Sejumlah nama pemain keturunan yang berkarier di Eropa ramai disebut-sebut berpeluang memperkuat skuad Garuda, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari PSSI.
Di media sosial, suporter terus menyuarakan harapan agar proyek naturalisasi berlanjut untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia. Nama bek Brighton & Hove Albion, Pascal Struijk, menjadi salah satu pemain yang paling sering disebut, disusul bek muda Feyenoord, Givairo Read, serta gelandang Gjivai Zechiël.
Rumor mengenai naturalisasi Timnas Indonesia semakin menguat setelah pelatih John Herdman menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap siapa pun yang dapat meningkatkan kualitas skuad. Namun, hingga saat ini PSSI belum mengumumkan adanya proses naturalisasi baru untuk ketiga pemain tersebut.
Pascal Struijk Dinilai Bisa Menambah Kekuatan Lini Belakang
Dari sejumlah nama yang beredar, Pascal Struijk menjadi sosok yang paling banyak dibicarakan. Bek berusia 26 tahun itu dinilai memiliki pengalaman bermain di level tertinggi Eropa sehingga dianggap mampu meningkatkan kualitas lini pertahanan Garuda.
Di media sosial, banyak suporter berharap PSSI dapat menjalin komunikasi dengan pemain Brighton & Hove Albion tersebut. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari PSSI maupun pihak Struijk mengenai kemungkinan membela Timnas Indonesia.
Givairo Read dan Gjivai Zechiël Masih Sebatas Rumor
Selain Struijk, nama Givairo Read juga menjadi perhatian. Bek kanan muda Feyenoord itu disebut-sebut memiliki garis keturunan Indonesia sehingga memunculkan harapan baru di kalangan pendukung Garuda.
Begitu pula dengan Gjivai Zechiël. Gelandang berusia 22 tahun tersebut dinilai memiliki karakter box-to-box yang sesuai dengan kebutuhan lini tengah Timnas Indonesia.
Meski demikian, informasi mengenai peluang kedua pemain tersebut masih sebatas rumor yang berkembang di media sosial. Belum ada dokumen ataupun pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya proses naturalisasi.
Herdman Fokus Maksimalkan Skuad yang Ada
Di tengah ramainya isu naturalisasi, John Herdman memilih fokus mempersiapkan pemain yang sudah masuk dalam pemusatan latihan. Pelatih asal Kanada itu telah memanggil 50 pemain untuk mengikuti seleksi menuju ASEAN Championship 2026.
Menurut Herdman, prioritas utama saat ini adalah membangun kekompakan tim, meningkatkan kondisi fisik pemain, serta menyempurnakan organisasi permainan sebelum turnamen dimulai.
Pengamat sepak bola Bung Kusnaeni juga menilai keberhasilan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 tidak hanya ditentukan oleh hadir atau tidaknya pemain naturalisasi baru. Ia menekankan bahwa kualitas permainan kolektif tetap menjadi faktor utama dalam upaya Garuda meraih gelar perdana di ajang sepak bola Asia Tenggara.
Dengan waktu persiapan yang semakin singkat, perhatian publik kini tertuju pada langkah PSSI. Apakah akan ada tambahan pemain naturalisasi dalam waktu dekat, atau Timnas Indonesia akan mengandalkan komposisi pemain yang saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Bali, masih menunggu keputusan resmi dari federasi.(*)
Sumber: yt arp

