Gus Baha: Sebesar Apa Pun Dosa Zina, Jangan Pernah Putus Asa dari Ampunan Allah
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). -wikipefia--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Persoalan dosa besar, khususnya zina, sering membayangi kehidupan seseorang dengan rasa putus asa akan ampunan Allah Swt. Menanggapi keresahan tersebut, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih akrab disapa Gus Baha, memberikan penjelasan yang lugas, mendalam, sekaligus menyejukkan. Ciri khas Gus Baha yang santai namun berbobot membawa angin segar bagi siapa saja yang ingin bertobat.
Dengan gaya khasnya —sesekali menyunggingkan senyum dan menyisipkan humor segar— Gus Baha menegaskan bahwa dalam Islam, pintu tobat tidak pernah diketuk lalu dikunci. Menurutnya, Allah Swt senantiasa membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang benar-benar ingin kembali. Sebesar apa pun dosa yang telah diperbuat, termasuk dosa zina.
Kekuatan Kalimat Tauhid
Gus Baha menjelaskan bahwa amalan utama yang mampu menggugurkan dosa besar adalah dengan memperbanyak membaca Kalimat Tauhid secara tulus dan konsis 'Laa Ilaha Illallah'.
"Kunci dari segala ampunan itu kembali pada Kalimat Tauhid," ujar Gus Baha dalam sebuah ceramahnya. Bahkan orang kafir yang puluhan tahun tidak menyembah Allah saja, begitu mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan benar, langsung dianggap suci dan dosanya yang lalu dilebur. Apalagi yang dasarnya sudah mukmin tapi tergelincir berbuat dosa.
Gus Baha mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada pemikiran bahwa dosanya terlalu besar untuk diampuni. Pemikiran seperti itu justru dinilai sebagai bentuk keputusasaan yang dibenci oleh Allah. Sifat Ghafur (Maha Pengampun) dan Rahman (Maha Penyayang) milik Allah jauh lebih luas daripada tumpukan dosa makhluk-Nya.
Cara Bertobat Menurut Gus Baha
Untuk mengamalkan penggugur dosa ini, Gus Baha menekankan beberapa poin penting yang harus dipahami oleh pelaku dosa zina:
- Mengakui Kesalahan Tanpa Alasan: Langkah awal tobat adalah mengakui secara jujur di hadapan Allah bahwa perbuatan tersebut salah, tanpa mencari pembenaran.
- Melanggengkan Istighfar dan Kalimat Tauhid: Membaca istighfar yang disertai dengan pemaknaan mendalam terhadap kalimat 'Laa Ilaha Illallah'. Kalimat ini harus diresapi sebagai sandaran hidup yang baru.
- Menjauhi Lingkungan Maksiat: Tobat tidak akan efektif jika seseorang masih berada di lingkaran yang sama. Harus ada tindakan nyata untuk hijrah dan menjauh.
- Melakukan Kebaikan sebagai Penebus: Menutupi kesalahan masa lalu dengan memperbanyak amal saleh, sedekah, dan membantu sesama.
Beragama dengan Gembira dan Penuh Harapan
Pada akhir ceramahnya, ulama asal Rembang, Jateng, ini berpesan agar umat Islam tidak memandang agama dengan wajah yang suram dan penuh ketakutan yang berlebihan hingga putus asa. Mengakui dosa itu wajib, namun meragukan kasih sayang Allah adalah kekeliruan yang besar.
"Islam itu menuntun kita untuk kembali dengan cara yang baik. Kalau sudah terlanjur salah, ya lebur dengan kebaikan, lebur dengan zikir. Jangan malah menjauh dari masjid karena merasa kotor. Justru karena merasa kotor itu, kita harus mendekat kepada Yang Maha Menyucikan," pungkas Gus Baha
Sumber: youtube

