UM Perkuat Aliansi Pendidikan Guru Indonesia-Australia, Bahas AI hingga Deep Learning di Forum Internasional
Kampus UM menjadi tuan rumah Indonesia-Australia Teacher Education Cooperation (IATEC) Annual Meeting 2026.--
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat posisinya sebagai pusat kolaborasi pendidikan internasional dengan menjadi tuan rumah Indonesia-Australia Teacher Education Cooperation (IATEC) Annual Meeting 2026. Forum yang berlangsung pada 14–16 Juli 2026 itu menghasilkan penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Australia dalam pengembangan pendidikan guru, mulai dari riset kolaboratif, integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga implementasi deep learning di sistem pendidikan.
Pertemuan internasional tersebut mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, pemerintah, serta pemangku kepentingan pendidikan dari kedua negara untuk menyusun agenda bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru yang adaptif terhadap tantangan global.
Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd menegaskan, tantangan pendidikan saat ini menuntut perguruan tinggi membangun kolaborasi lintas negara agar mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.
BACA JUGA:Langkah Sehat, Aksi Hebat: Wali Kota Nurochman Berangkatkan Jalan Sehat Bersih Lingkungan
“Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi bagaimana membangun cara berpikir kritis, reflektif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi internasional menjadi sangat penting untuk melahirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurut Hariyono, kemitraan Indonesia-Australia membuka peluang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan riset bersama, pertukaran akademisi, penguatan kapasitas institusi, hingga pengembangan model pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti Top Management Meeting, diskusi panel, lokakarya kolaboratif, Triad Meeting, hingga penyusunan rencana kerja sama jangka panjang. Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pendidikan inklusif, implementasi deep learning, serta pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam proses pembelajaran.
BACA JUGA:Mini Art Malang Jadi Ruang Menelusuri Identitas dan Asal-usul Budaya
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Nunuk Suryani MPd menilai tantangan pendidikan global tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri sehingga kolaborasi internasional menjadi kebutuhan mendesak.
“Tidak ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan tantangan pendidikan saat ini secara mandiri. Kemitraan memungkinkan kita saling belajar, memperkuat sistem pendidikan, dan mempersiapkan guru yang siap menghadapi masa depan,” katanya.
Ia menjelaskan, forum tersebut selaras dengan agenda transformasi pendidikan nasional yang kini diarahkan pada penerapan deep learning, integrasi AI dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah, penguatan literasi digital, serta peningkatan kualitas Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Sumber:

