John Herdman Panggil 50 Pemain Timnas Indonesia, Pengamat Nilai Bukan Sekadar Cari Skuad Terbaik
John Herdman memanggil sekitar 50 pemain Timnas Indonesia jelang ASEAN Championship 2026. Bung Kusnaeni menilai langkah itu penting untuk mencari komposisi terbaik.-Yt Blind Spot by Bung Kusnaeni-Yt Blind Spot by Bung Kusnaeni
MALANG, DISWAYMALANG.ID – John Herdman memanggil sekitar 50 pemain dalam tahap awal persiapan Timnas Indonesia menuju ASEAN Championship 2026. Jumlah tersebut dinilai bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya pelatih untuk menemukan komposisi terbaik di tengah keterbatasan pemain yang bisa dipanggil.
Pengamat sepak bola Bung Kusnaeni menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang realistis. Pasalnya, ASEAN Championship tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA sehingga sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri berpotensi tidak mendapat izin dari klub masing-masing.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Herdman harus menyiapkan lebih banyak alternatif di setiap posisi. Dengan memanggil lebih banyak pemain sejak awal, pelatih memiliki kesempatan untuk menilai kemampuan masing-masing pemain sebelum menentukan skuad final.
Seleksi Lebih Luas karena Banyak Ketidakpastian
Bung Kusnaeni menjelaskan bahwa situasi kali ini berbeda dibanding agenda FIFA Matchday. Pada pertandingan resmi FIFA, pelatih umumnya sudah mengetahui pemain yang akan menjadi tulang punggung tim.
Namun, menjelang ASEAN Championship 2026, Herdman masih harus menunggu kepastian ketersediaan sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri.
Karena itu, pemanggilan sekitar 50 pemain menjadi langkah yang dinilai masuk akal. Selain melihat kualitas individu, pelatih juga ingin mengetahui siapa saja yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan taktik Timnas Indonesia.
"Performa pemain di klub belum tentu sama ketika membela tim nasional. Karena itu, mereka perlu dilihat secara langsung dalam sesi latihan," ujar Bung Kusnaeni.
Lini Depan Jadi Perhatian Utama
Menurut Bung Kusnaeni, sektor penyerangan menjadi area yang paling membutuhkan perhatian.
Kemungkinan absennya Ole Romeny membuat Herdman harus mencari solusi agar produktivitas Timnas Indonesia tidak menurun.
Ole selama ini dinilai memiliki kemampuan bermain di lebih dari satu posisi. Selain sebagai penyerang tengah, ia juga dapat beroperasi sebagai penyerang kedua maupun gelandang serang sehingga memberikan banyak pilihan dalam menyusun strategi.
Tanpa kehadiran pemain tersebut, Herdman harus menemukan kombinasi baru yang tetap efektif dalam menciptakan peluang dan mencetak gol.
Sejumlah Posisi Masih Terbuka
Di sektor pertahanan, Indonesia masih memiliki beberapa pemain berpengalaman seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Jay Idzes, Shayne Pattynama, dan Sandy Walsh.
Sementara di lini tengah, terdapat nama-nama seperti Thom Haye, Marc Klok, hingga Marselino Ferdinan apabila tersedia untuk memperkuat tim.
Meski demikian, Bung Kusnaeni menilai persaingan tetap terbuka karena Herdman ingin melihat performa seluruh pemain selama pemusatan latihan.
Sumber: yt blind spot by bung kusnaeni

