1 tahun disway

PHRI Desak Pemkot Malang Benahi Parkir dan Sampah, Jangan Sampai Wisatawan Kapok Datang

PHRI Desak Pemkot Malang Benahi Parkir dan Sampah, Jangan Sampai Wisatawan Kapok Datang

Ilustrasi Wisatawan datang ke tempat wisata--

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tidak terlena dengan meningkatnya kunjungan wisata sepanjang 2026. Di balik tren positif tersebut, persoalan parkir semrawut, kebersihan kota, hingga kualitas layanan transportasi dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar citra Kota Malang sebagai destinasi wisata tetap terjaga.

Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menegaskan pembenahan infrastruktur pendukung wisata harus berjalan seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan. Menurutnya, persoalan parkir menjadi keluhan yang paling sering muncul karena keterbatasan ruang di Kota Malang.

“Penataan parkir harus menjadi prioritas. Kota Malang memiliki keterbatasan ruang sehingga pengelolaan parkir harus benar-benar dioptimalkan agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan,” ujar Agoes, Sabtu (18/7).

Selain parkir, PHRI juga menyoroti persoalan kebersihan kota yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Pengelolaan sampah hingga kondisi taman-taman kota dinilai menjadi wajah pertama yang dilihat wisatawan saat berkunjung ke Kota Malang.

Agoes mendorong Pemkot Malang menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat pembenahan ruang publik.

“Persoalan sampah dan taman kota juga harus dibenahi. Kalau perlu melibatkan CSR perusahaan agar penataannya lebih cepat,” katanya.

Ia mengingatkan, selama ini Kota Malang dikenal sebagai kota yang bersih dan nyaman. Citra tersebut, menurutnya, harus dipertahankan karena menjadi salah satu alasan wisatawan memilih berkunjung.

BACA JUGA:Proyek Pasar Induk Gadang Dipercepat, Jalan dan Drainase Ditarget Tuntas Sebelum Akhir Tahun

Tak hanya fasilitas publik, PHRI juga meminta kualitas pelayanan transportasi wisata terus ditingkatkan. Pengemudi transportasi daring diimbau memberikan pelayanan profesional, mulai dari menjaga kebersihan kendaraan, tidak merokok saat membawa penumpang, hingga tidak menaikkan tarif di luar ketentuan.

“Pelayanan yang baik akan memberikan pengalaman positif bagi wisatawan. Itu menjadi bagian penting dalam membangun citra Kota Malang sebagai kota tujuan wisata,” ujarnya.

Di tengah berbagai catatan tersebut, Agoes mengakui industri perhotelan di Kota Malang menunjukkan tren yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan okupansi hotel dinilai dipengaruhi semakin banyaknya agenda wisata dan kegiatan yang digelar pemerintah daerah.

Program 1.000 Event yang diinisiasi Pemkot Malang disebut menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan.

BACA JUGA:Pesona Keindahan Bawah Air Sumber Sira, Magnet Wisata Alam Murah Meriah di Malang Selatan

Sumber: