1 tahun disway

Lionel Messi Bantah Argentina Dibantu FIFA dan Wasit, Tegaskan Lolos ke Final Berkat Kerja Keras

Lionel Messi Bantah Argentina Dibantu FIFA dan Wasit, Tegaskan Lolos ke Final Berkat Kerja Keras

Lionel Messi bantah tuduhan Argentina dibantu wasit dan tegaskan kelolosan back-to-back ke final murni hasil kerja keras sebagai tim terbaik.--@HQpcrt-X--

MALANG, DISWAYMALANG.IDLionel Messi akhirnya buka suara menanggapi tudingan yang menyebut Argentina mendapat bantuan wasit maupun FIFA sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Kapten Albiceleste itu menegaskan keberhasilan timnya melaju ke final sepenuhnya merupakan hasil kerja keras, kualitas permainan, dan konsistensi yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.

Pernyataan Lionel Messi muncul setelah Argentina memastikan tiket ke final usai mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal. Albiceleste menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan melalui dua gol pada menit-menit akhir setelah sempat tertinggal hingga memasuki penghujung pertandingan.

Kemenangan dramatis tersebut mengantarkan Argentina ke final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar juara dunia.

Sepanjang turnamen, perjalanan Argentina memang dipenuhi pertandingan yang berlangsung ketat. Tim asuhan Lionel Scaloni harus melewati Cape Verde dan Swiss melalui babak perpanjangan waktu sebelum mencatat comeback dramatis saat mengalahkan Mesir 3-2 meski sempat tertinggal dua gol.


Cetak dua gol telat dalam tujuh menit, Argentina sukses balikkan keadaan untuk tekuk Inggris 2-1 dan segel tiket final Piala Dunia 2026-Patrick Smith-Getty Images--

Namun, performa impresif tersebut juga memunculkan kontroversi. Sejumlah keputusan wasit dalam beberapa pertandingan memicu kritik dari lawan, termasuk pelatih Swiss Murat Yakin dan pelatih Mesir Hossam Hassan.

Keduanya mempertanyakan sejumlah keputusan pengadil lapangan yang dinilai menguntungkan Argentina. Tudingan tersebut kemudian meluas di media sosial dengan munculnya berbagai klaim bahwa perjalanan Albiceleste menuju final mendapat keuntungan dari keputusan wasit.

Menanggapi hal itu, Messi menolak seluruh tuduhan tersebut.

"Kami adalah tim terbaik dalam empat tahun terakhir, suka atau tidak," tegas Messi.

"Sekali lagi kami membuktikan diri sebagai salah satu dari dua tim terbaik di dunia. Itu menunjukkan bahwa semua yang kami capai bukan kebetulan dan tidak ada yang diberikan kepada kami," lanjutnya.

Kontroversi Lawan Swiss

Perdebatan mengenai kepemimpinan wasit semakin mengemuka setelah laga perempat final melawan Swiss.

Saat skor masih imbang 1-1, penyerang Swiss Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Leandro Paredes.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Swiss karena tayangan ulang memperlihatkan kontak yang terjadi sangat minim.

Pelatih Swiss Murat Yakin mengaku kecewa dengan keputusan wasit yang menurutnya menjadi titik balik pertandingan.

"Kami dihukum oleh sebuah keputusan yang menurut saya tidak bisa diterima. Sangat menyakitkan tersingkir dengan cara seperti itu. Bagi saya, para pemain saya adalah pahlawan yang sesungguhnya," ujar Yakin.


Selebrasi Enzo Fernandez usai samakan kedudukan bagi Argentina lawan Inggris dalam laga semifinal Piala Dunia 2026, Kamis 16 Juli 2026.--@HQpcrt-X--

Scaloni: VAR Membuat Sulit Ada Tim Dibantu

Meski terus diterpa kritik, kubu Argentina memilih fokus menghadapi pertandingan.

Messi menyebut keberhasilan mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun merupakan pencapaian yang hanya mampu diraih sedikit negara.

"Lolos ke dua final Piala Dunia berturut-turut adalah sesuatu yang sangat sedikit tim bisa lakukan, dan kelompok ini berhasil melakukannya. Kalau kami kalah dari Inggris, pasti akan ada banyak orang yang kembali berbicara macam-macam. Untungnya kami tidak memberi mereka kesempatan," kata Messi.

Senada dengan sang kapten, pelatih Lionel Scaloni juga membantah keras anggapan bahwa Argentina memperoleh bantuan dari FIFA maupun perangkat pertandingan.

Menurutnya, keberadaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) membuat peluang terjadinya keberpihakan terhadap salah satu tim menjadi sangat kecil.

"Pembicaraan soal bantuan seperti ini akan selalu ada. Dengan adanya VAR, sangat sulit jika ada tim yang benar-benar dibantu. Kami tahu sejak awal bahwa tidak ada bantuan apa pun," ujar Scaloni.

Sementara itu, gelandang Enzo Fernandez mengakui selebrasinya setelah mencetak gol penyeimbang ke gawang Inggris memang ditujukan kepada para pengkritik Argentina.

Kini, Argentina hanya membutuhkan satu kemenangan lagi saat menghadapi Spanyol untuk mempertahankan gelar juara dunia sekaligus membungkam seluruh kritik yang mengiringi perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Sumber: harian.disway.id