1 tahun disway

Publikasi Ilmiah Lewat AI, FEB UB Tekankan Pentingnya Menjaga Etika Akademik

Publikasi Ilmiah Lewat AI, FEB UB Tekankan Pentingnya Menjaga Etika Akademik

Pelatihan 'Optimalisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Peningkatan Kapasitas Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis Etika Akademik'. -ist-FEB UB

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan penelitian. Menyadari besarnya peluang sekaligus tantangan tersebut, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menggelar pelatihan bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Peningkatan Kapasitas Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis Etika Akademik" pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (DPP Pengabdian) ini bertujuan meningkatkan literasi Artificial Intelligence di kalangan akademisi dan mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal tanpa mengabaikan integritas dan etika ilmiah dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas.

Membuka kegiatan tersebut, Prof. Sumiati menegaskan bahwa perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) memberikan banyak kemudahan dalam mendukung aktivitas penelitian. Namun, teknologi tersebut harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia.

"AI membuka peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, serta tetap menjunjung tinggi integritas akademik," ujar Prof. Sumiati.


Peserta pelatihan 'Optimalisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Peningkatan Kapasitas Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis Etika Akademik' berfoto bersama. -ist-FEB UB

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, analitis, dan etika ilmiah tetap menjadi fondasi utama dalam proses penyusunan karya ilmiah. Kehadiran AI tidak boleh mengurangi tanggung jawab penulis dalam melakukan analisis, verifikasi data, maupun pengambilan kesimpulan penelitian.

Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan dengan berbagai platform Generative AI yang kini banyak digunakan untuk mendukung proses riset dan penulisan artikel ilmiah. Materi disampaikan oleh Nuraini Desty Nurmasari, M.Sc., yang mengulas fungsi serta pemanfaatan sejumlah aplikasi populer.

Beberapa platform yang dikenalkan antara lain ChatGPT, Gemini, Claude, Elicit, Consensus, SciSpace, Semantic Scholar, hingga Paperpal. Masing-masing platform memiliki keunggulan tersendiri dalam membantu peneliti mencari referensi, menyusun kerangka tulisan, melakukan telaah pustaka, hingga menyempurnakan tata bahasa akademik.

Tidak hanya mengenalkan berbagai aplikasi tersebut, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik prompt engineering, yakni kemampuan menyusun instruksi yang efektif agar AI mampu menghasilkan jawaban yang relevan dengan kebutuhan penelitian.

Selain itu, peserta dibimbing melakukan evaluasi kritis terhadap hasil keluaran AI, mengelola sitasi ilmiah dengan benar, serta memahami praktik terbaik dalam menjaga orisinalitas karya ilmiah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kesalahan informasi maupun pelanggaran etika akademik.

Pelatihan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, praktik langsung, pendampingan penyusunan draf artikel ilmiah, hingga evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai penggunaan GenAI secara efektif dan kritis. Para peserta dinilai semakin terampil dalam menyusun prompt, melakukan verifikasi informasi yang dihasilkan AI, serta menerapkan prinsip-prinsip etika akademik dalam proses penulisan ilmiah.

Departemen Manajemen FEB UB berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong peningkatan literasi AI di lingkungan perguruan tinggi. Pemanfaatan teknologi secara tepat dinilai akan memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan daya saing publikasi ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika Universitas Brawijaya.

Program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata FEB UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan literasi digital, pengembangan kompetensi abad ke-21, serta pemanfaatan teknologi secara etis dan bertanggung jawab dalam dunia akademik.

 

Sumber: feb ub

Berita Terkait