FTUB Perkuat Komitmen Smart Green Campus, Raih Penilaian Positif dalam Monev UPT Green Campus UB
FTUB Perkuat Komitmen Smart Green Campus, Raih Penilaian Positif dalam Monev UPT Green Campus UB--Fairuz Ainur
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Smart Green Campus melalui berbagai program keberlanjutan yang terintegrasi. Upaya tersebut mendapat apresiasi setelah FTUB meraih penilaian positif dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Smart Green Campus yang dilakukan tim UPT Green Campus Universitas Brawijaya.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) itu menjadi bagian dari evaluasi rutin implementasi konsep kampus hijau di seluruh lingkungan Universitas Brawijaya. Tim melakukan peninjauan langsung ke berbagai departemen di FTUB untuk memastikan penerapan program berjalan sesuai indikator keberlanjutan yang telah ditetapkan.
Monitoring dilakukan melalui observasi lapangan sekaligus dialog dengan pengelola unit kerja. Pendekatan tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai inovasi, praktik terbaik, hingga tantangan yang dihadapi dalam penerapan Smart Green Campus di lingkungan fakultas.
Evaluasi Berbagai Aspek Keberlanjutan
Dalam proses penilaian, tim UPT Green Campus mengevaluasi sejumlah aspek penting yang menjadi indikator utama pengembangan kampus berkelanjutan.
Aspek tersebut meliputi sistem pengelolaan limbah dan sampah, sanitasi dan konservasi air, efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, hingga penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle) sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon di kawasan kampus.
Seluruh indikator tersebut menjadi bagian dari transformasi Universitas Brawijaya menuju kampus yang lebih hijau, cerdas, dan berkelanjutan.
Hasil monitoring menunjukkan FTUB memperoleh penilaian positif atas berbagai program yang telah dijalankan. Berbagai inovasi dinilai mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam tata kelola fakultas, baik melalui pengelolaan fasilitas, efisiensi penggunaan sumber daya, maupun pembentukan budaya peduli lingkungan di kalangan sivitas akademika.
Selain melakukan evaluasi administrasi, tim juga meninjau berbagai fasilitas pendukung di setiap departemen. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung implementasi program sekaligus memberikan rekomendasi guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Smart Green Campus pada masa mendatang.
Komitmen Perkuat Budaya kampus hijau
Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FTUB Ir Ismu Rini Dwi Ari MT PhD, menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan telah menjadi bagian dari budaya kerja dan aktivitas akademik di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.
Menurutnya, berbagai program seperti pengelolaan sampah, efisiensi penggunaan air dan energi, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan akan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
"Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, FTUB memperoleh berbagai rekomendasi strategis untuk semakin mengoptimalkan implementasi Smart Green Campus," ujarnya.
Rekomendasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan berbagai program agar lingkungan kampus semakin sehat, efisien, dan berwawasan lingkungan.
Dukung Pencapaian SDGs
Sebagai salah satu fakultas terbesar di Universitas Brawijaya, FTUB menargetkan diri menjadi pelopor penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga UPT Green Campus dalam membangun ekosistem kampus yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.
Ke depan, FTUB akan terus memperkuat berbagai inovasi, mulai dari optimalisasi energi bersih, peningkatan sistem pengelolaan limbah, pengembangan infrastruktur hijau, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai fondasi Smart Green Campus modern.
Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Smart Green Campus ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). (kjsm)
Sumber:

