1 tahun disway

Minyak Jelantah Masih Bernilai, Begini Cara Membuang dan Mendaur Ulangnya

Minyak Jelantah Masih Bernilai, Begini Cara Membuang dan Mendaur Ulangnya

Pencegahan Pencemaran Lingkungan: Metode Aman Pengelolaan Minyak Goreng Bekas di Dapur--Liputan6

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Masih banyak masyarakat yang membuang minyak goreng bekas atau minyak jelantah langsung ke wastafel maupun saluran pembuangan. Padahal, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan pipa mampet, merusak sistem saluran air, hingga mencemari lingkungan.

Memahami cara membuang minyak jelantah yang benar menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk menjaga kebersihan dapur sekaligus mengurangi dampak pencemaran. Selain itu, minyak bekas yang dikelola dengan baik juga masih memiliki nilai ekonomi karena dapat didaur ulang menjadi berbagai produk bermanfaat.

Menurut panduan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), minyak goreng bekas sebaiknya tidak pernah dibuang langsung ke saluran air. Lemak yang terkandung di dalamnya dapat mengeras di dalam pipa dan memicu penyumbatan yang sulit dibersihkan.

BACA JUGA:Jangan Cuci Sepatu Pakai Detergen Biasa, Ini Dampaknya pada Bahan dan Sol

Biarkan Minyak Dingin Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membiarkan minyak benar-benar dingin setelah digunakan memasak.

Minyak yang masih panas tidak hanya berisiko menyebabkan luka bakar, tetapi juga dapat merusak wadah plastik jika langsung dipindahkan. Setelah suhunya turun, minyak dapat dituangkan secara perlahan menggunakan corong ke dalam wadah bekas yang memiliki penutup rapat, seperti botol plastik atau kaleng bekas.

Dengan cara tersebut, minyak tidak mudah tumpah sekaligus lebih aman saat akan dibuang atau didaur ulang.

Gunakan Bahan Penyerap agar Tidak Berantakan

Apabila jumlah minyak yang tersisa hanya sedikit, Anda tidak perlu langsung membuangnya ke saluran air.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan penggunaan bahan penyerap seperti tisu dapur, ampas kopi, serbuk kayu, atau kertas bekas untuk menyerap minyak sebelum dibuang ke tempat sampah.

BACA JUGA:Citrun Punya Banyak Manfaat, Ampuh Bersihkan Kerak Toilet hingga Cerahkan Baju Putih

Cara ini membantu menjaga kantong sampah tetap bersih sekaligus mengurangi risiko minyak menetes ke lantai atau mencemari lingkungan sekitar.

Bekukan Jika Minyak Masih Banyak

Untuk minyak bekas dalam jumlah lebih banyak, metode yang lebih praktis adalah membekukannya.

Minyak yang telah dimasukkan ke dalam wadah tertutup dapat disimpan di freezer hingga berubah menjadi padat. Setelah membeku, minyak jauh lebih mudah dibuang ke tempat sampah karena tidak mudah bocor ataupun menetes selama proses pembuangan.

Metode ini juga lebih aman dibandingkan menuangkan minyak cair langsung ke tempat sampah.

Jangan Campur dengan Saluran Air

Kesalahan paling umum yang masih sering dilakukan adalah menuangkan minyak bekas ke wastafel atau lubang pembuangan.

BACA JUGA:Cara Ampuh Menghilangkan Noda Ketiak pada Pakaian Putih dan Hitam Tanpa Merusak Kain

Saat mendingin, minyak akan berubah menjadi lapisan lemak yang menempel pada dinding pipa. Seiring waktu, lapisan tersebut akan menangkap sisa makanan dan kotoran lainnya hingga akhirnya menyebabkan saluran mampet.

Selain berdampak pada rumah tangga, minyak yang masuk ke sistem drainase juga berpotensi mencemari sungai dan air tanah.

Minyak Jelantah Masih Bisa Didaur Ulang

Alih-alih dibuang begitu saja, minyak jelantah sebenarnya masih memiliki nilai guna.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendorong masyarakat mengumpulkan minyak bekas dalam wadah tertutup untuk kemudian disetorkan ke bank sampah atau lembaga pengelola limbah yang menerima minyak jelantah.

Minyak tersebut dapat diolah menjadi biodiesel, sabun, lilin, hingga berbagai produk turunan lainnya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular.

BACA JUGA:Yuk, Buat Sendiri Buket Bunga dari Kertas, Lebih Mbois dari Bahan yang Ada Bekas Coretan Revisi!

 

Dengan menerapkan cara membuang minyak jelantah yang benar, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan dapur dan mencegah saluran air tersumbat, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bertanggung jawab.

Sumber: epa.gov