1 tahun disway

Arek Malang Ciptakan Peta Digital Sound Horeg, Bisa Cek Radius Kebisingan Secara Real Time

Arek Malang Ciptakan Peta Digital Sound Horeg, Bisa Cek Radius Kebisingan Secara Real Time

Gambar tangkapan layar dari ews.soundhoreg.id --ews.soundhoreg.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Di tengah polemik berkepanjangan mengenai keberadaan sound horeg di Malang Raya, seorang pemuda asal Kecamatan Sukun, Kota Malang, memilih menghadirkan solusi berbasis teknologi. Alih-alih terlibat dalam perdebatan, Andi Surya mengembangkan sebuah platform digital yang memungkinkan masyarakat mengetahui lokasi penyelenggaraan sound horeg beserta perkiraan jangkauan kebisingannya.

Platform tersebut berupa Early Warning System (EWS) yang dapat diakses masyarakat untuk mengecek apakah rumah atau lokasi yang akan dituju berada dalam radius paparan suara dari sebuah acara sound horeg.

BACA JUGA:Bakorwil III Malang Dorong Sinergi Pemda Tekan Angka Stunting di Jawa Timur

Menurut Andi, ide tersebut lahir dari pengalaman pribadinya yang kerap terganggu oleh suara sound horeg dengan volume tinggi.

"Awalnya dari keresahan diri sendiri soal sound horeg yang terlalu keras dan membuat tidak nyaman. Dari situ muncul ide bagaimana kalau informasi ini dikumpulkan menjadi sistem peringatan bagi masyarakat," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai fenomena sound horeg umumnya meningkat pada pertengahan hingga akhir tahun, terutama pada periode Juli hingga November. Karena itu, masyarakat dinilai membutuhkan informasi lebih awal agar dapat mengatur aktivitas dan mengantisipasi paparan kebisingan.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Rumah untuk Putera Sayuti Melik, Gus Ipul: Masih Tahap Asesmen

Menghimpun Data dari Media Sosial

Untuk mewujudkan gagasannya, Andi membangun peta digital yang secara otomatis mengumpulkan informasi jadwal penyelenggaraan sound horeg dari berbagai platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram.

Data tersebut kemudian diproses untuk memperkirakan tingkat kebisingan berdasarkan lokasi acara.

"Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, sistem memperkirakan paparan suara berkisar antara 100 hingga 135 desibel. Selanjutnya divisualisasikan dalam beberapa radius kebisingan di peta," jelasnya.

Estimasi tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni paparan suara di atas 75 desibel, 65 desibel, dan 55 desibel. Seluruhnya ditampilkan dalam bentuk lingkaran pada peta digital sehingga pengguna dapat memperkirakan sejauh mana suara masih berpotensi terdengar.

BACA JUGA:Mendagri Waspadai Lonjakan Harga Pangan, Inflasi Nasional Capai 3,34 Persen

Tak hanya itu, platform tersebut juga dilengkapi fitur "Cek Lokasi Saya", yang memungkinkan pengguna mengetahui secara langsung apakah posisi mereka berada dalam radius kebisingan dari suatu acara.

Dikembangkan Tiga Hari dengan Bantuan AI

Menariknya, situs tersebut dikembangkan hanya dalam waktu sekitar tiga hari. Andi mengaku memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses pemrograman.

"Saya menggunakan AI untuk membantu proses coding sehingga pengembangannya lebih cepat. Modalnya juga tidak besar, hanya biaya langganan AI dan pembelian domain website," katanya.


Keabsahan ews.soundhoreg.id sudah dibuktikan oleh reporter diswaymalang.id dengan membuka secara langsung. Terlihat titik lokasi terdekat ada agenda kegiatan carnaval--ews.soundhoreg.id

Keberadaan platform tersebut telah diuji langsung oleh reporter Disway Malang. Saat diakses, sistem berhasil menampilkan titik kegiatan terdekat berupa agenda karnaval lengkap dengan estimasi radius kebisingannya.

Diharapkan Jadi Referensi Masyarakat

Andi berharap platform yang dikembangkannya dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas, terutama bagi mereka yang ingin menghindari kawasan dengan tingkat kebisingan tinggi.

"Saya berharap situs ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Bagaimanapun juga, suara keras dari sound horeg sudah cukup meresahkan," pungkasnya.

Platform ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi kepada publik tanpa harus memicu konflik di tengah perbedaan pandangan mengenai fenomena sound horeg.

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber