FAST UB Latih Warga Bojonegoro Olah Telur Jadi Kerupuk, Dukung Program Gayatri
Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) FAST UB dengan memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan kerupuk telur ayam bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Gayatri di Bojonegoro. --isitmeaw--Fairuz Ainur
BOJONEGORO, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan dukungannya terhadap program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT).
Program tersebut diwujudkan melalui edukasi dan pelatihan pembuatan kerupuk telur ayam bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Gayatri di Balai Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, pada 12 Juli 2026.
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Pengabdian, Dr Dedes Amertaningtyas SPt MP bersama Prof Dr Ir Herly Evanuarini SPt MP, Dr Ir Agus Susilo SPt MP IPM ASEAN Eng, dan Aldyon Restu Azkarahman SPt MSc PhD. Tim juga melibatkan mahasiswa Ella Rizka Rahmawati dan Endah Wulan Angelicha.
Secara keseluruhan, program KKNT FAST UB tahun ini dilaksanakan di 32 desa di Kabupaten Bojonegoro dengan melibatkan 487 mahasiswa sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
"Kegiatan ini sangat relevan sebagai bentuk dukungan kami terhadap Program Gayatri yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kami mengangkat tema Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Kerupuk Telur Ayam untuk Mendukung Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur," ujar Dedes.

Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) FAST UB dengan memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan kerupuk telur ayam bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Gayatri. --istimewa
Pelatihan diikuti 17 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Gayatri, perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Bojonegoro, serta mahasiswa KKNT FAST UB dari Desa Sumberarum dan Desa Kunci.
Selain praktik pembuatan kerupuk telur ayam, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga peluang pengembangan usaha berbasis hasil peternakan.
Menurut Dedes, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil ternak, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
"Kami berharap pelatihan ini mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan berbasis potensi lokal," katanya.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari prospek pasar kerupuk telur, strategi pemasaran, hingga peluang menjadikan produk tersebut sebagai oleh-oleh khas Bojonegoro.
Program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pendekatan partisipatif agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan. Berdasarkan analisis kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, tingkat pengetahuan serta keterampilan peserta meningkat lebih dari 80 persen.
Dedes berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis telur ayam hasil Program Gayatri.
Menurutnya, pengolahan telur menjadi kerupuk merupakan bentuk diversifikasi produk yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas peluang pasar.
"Ke depan kami berharap kerupuk telur dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Bojonegoro. Bahan bakunya berasal dari hasil ternak KPM Program Gayatri sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," pungkasnya. (kjsm)
Sumber:

