1 tahun disway

Bukan dengan Harta, Gus Baha Ungkap Rahasia Bagaimana Allah Menaikkan Derajat Seseorang

Bukan dengan Harta, Gus Baha Ungkap Rahasia Bagaimana Allah Menaikkan Derajat Seseorang

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. --islami.co--

MALANG, DISWAYMALANG.ID—Dalam kehidupan modern saat ini, ukuran kesuksesan dan tingginya derajat seseorang sering dinilai dari aspek materi, jabatan, atau popularitas di media sosial. Namun, pandangan ini sangat berbeda dengan sudut pandang spiritual Islam yang sesungguhnya.

​Dalam salah satu pengajiannya, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau  Gus Baha menjelaskan secara mendalam dan jenaka tentang bagaimana cara Allah Swt sebenarnya menaikkan derajat seorang hamba. Menurut ulama kharismatik asal Rembang, Jateng, ini, menaikkan derajat tidak selalu berkaitan dengan urusan duniawi, namun kenyamanan hati dalam beribadah dan berserah diri.

​​1. Merasakan Kenikmatan dalam Bersujud

​Gus Baha menekankan bahwa derajat tertinggi seorang manusia adalah ketika ia memposisikan dirinya benar-benar sebagai hamba di hadapan Sang Pencipta. Salah satu tandanya adalah ketika seseorang merasakan kenikmatan yang luar biasa saat bersujud.

BACA JUGA:Pesan Gus Baha: Jangan Terlalu Banyak Hitung-hitungan dalam Hidup, Ini Alasannya

​"Derajat manusia itu naik ketika dia sadar bahwa dirinya adalah hamba, dan tidak ada tempat terbaik selain bersujud. Orang yang merasa beruntung bisa sujud, itulah orang yang sudah diangkat derajatnya oleh Allah," ujar Gus Baha.

​Gus Baha menambahkan bahwa jika seseorang masih mengukur kebahagiaannya hanya dari nominal uang atau pujian manusia, maka ia belum benar-benar memahami hakikat "derajat" yang tinggi di mata Allah.

​2. Ridho dan Bahagia dengan Ketentuan Allah (Qana'ah)

​Salah satu ciri khas ceramah Gus Baha adalah ajakan untuk selalu rileks dalam beragama. Gus Baha sering mengingatkan agar umat Islam tidak mempersulit diri dengan keinginan duniawi yang berlebihan.

BACA JUGA:Gus Baha Ungkap Keistimewaan Luar Biasa Orang yang Rajin Ziarah ke Makam Orang Tua

​Allah menaikkan derajat seorang hamba melalui sikap rida terhadap apa yang sudah digariskan. Gus Baha menjelaskan poin-poin berikut sebagai indikator hamba yang diangkat derajatnya:

  • ​Tidak Mudah Mengeluh: Menerima kondisi hidup, baik saat lapang maupun sempit, dengan hati yang lapang.
  • ​Merasa Cukup (Qana'ah): Tidak silau dengan pencapaian duniawi orang lain.
  • ​Bahagia dalam Ketaatan: Mampu tertawa dan bersyukur meskipun hidup dalam kesederhanaan.

​Gus Baha berseloroh bahwa orang miskin yang tetap bisa bercanda dan bersyukur tanpa rasa dengki kepada orang kaya, sejatinya memiliki derajat yang sangat mulia dan bermental 'wali'.

BACA JUGA:Gus Baha Ungkap Alasan Salat Sangat Penting, Jawaban Menyentuh untuk Permintaan Sujiwo Tejo

​3. Diangkat melalui Jalur Ilmu dan Logika Iman

​Sebagai ulama ahli tafsir dan fikih, Gus Baha selalu menggarisbawahi pentingnya ilmu. Allah Swt telah berjanji dalam Alquran akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

​Namun, ilmu yang dimaksud Gus Baha bukan sekadar hafalan, namun kemampuan logika untuk memahami kebesaran Allah. Dengan ilmu, seorang hamba bisa melihat dunia ini sebagai tempat persinggahan yang sementara dan tidak perlu dirisaukan secara berlebihan.

Ketika seorang mukmin mampu memandang dunia dengan kacamata ilmu, maka saat itulah Allah mengangkat derajatnya ke tingkat makrifat (mengenal Allah dengan mendalam).

BACA JUGA:Gus Baha: Saya Ajari Ilmu Ikhlas supaya Amal Kita Diterima

​Kesimpulan Standar Derajat yang Sejati

​Pada akhirnya, Gus Baha mengajak kita semua untuk mendefinisikan ulang arti 'naik kelas' dalam hidup. Naik derajat di hadapan Allah tidak butuh pengakuan manusia, tidak butuh panggung, dan tidak butuh tepuk tangan.

​Ketika hati kita sudah merasa tenang dengan mengingat Allah, bersyukur atas hal-hal kecil, dan bangga menjadi umat Nabi Muhammad Saw, maka saat itulah Allah Swt telah menaikkan derajat kita setinggi-tingginya.

Sumber: youtube