1 tahun disway

Veda Ega Pratama Hadapi Ujian Berat di Sachsenring, Start Posisi 13 saat Rival Berada di Barisan Depan

Veda Ega Pratama Hadapi Ujian Berat di Sachsenring, Start Posisi 13 saat Rival Berada di Barisan Depan

Veda Ega Pratama start ke-13 di Moto3 Jerman 2026. Pembalap Indonesia itu menghadapi tantangan besar karena rival-rivalnya memulai balapan dari barisan depan.-Yt 97 Sports-Yt 97 Sports

JAKARTA, DISWAYMALANG.IDVeda Ega Pratama menghadapi tantangan besar pada seri Moto3 Jerman 2026 setelah mengakhiri sesi kualifikasi di posisi ke-13. Hasil tersebut membuat pembalap Honda Team Asia harus memulai balapan dari baris kelima, sementara sejumlah rival terdekatnya dalam perebutan klasemen justru mengamankan tempat di barisan depan starting grid.

Pada sesi kualifikasi Moto3 Jerman 2026, Brian Uriarte tampil impresif dengan merebut pole position berkat catatan waktu 1 menit 24,808 detik. Posisi kedua ditempati Marco Morelli, sedangkan pembalap Malaysia Hakim Danish melengkapi tiga besar. Sementara itu, pemuncak klasemen sementara Máximo Quiles akan memulai balapan dari posisi keempat.

Bagi Veda Ega Pratama, hasil ini menjadi pekerjaan rumah menjelang balapan utama. Pasalnya, pembalap berusia muda asal Indonesia tersebut tengah bersaing ketat di papan atas klasemen dan membutuhkan tambahan poin untuk menjaga peluangnya pada musim 2026.

Rival Langsung Memiliki Keuntungan

Posisi start menjadi salah satu faktor penting di Moto3, terutama di Sachsenring yang memiliki karakter sempit dan dipenuhi tikungan.

Brian Uriarte, Marco Morelli, Hakim Danish, hingga Máximo Quiles akan memulai balapan dari posisi yang lebih menguntungkan. Mereka memiliki peluang lebih besar untuk langsung bergabung dalam rombongan terdepan sejak lap pertama.

Sebaliknya, Veda harus lebih dulu melewati sejumlah pembalap di depannya agar tidak kehilangan kontak dengan grup teratas.

Peluang Veda Belum Tertutup

Meski memulai dari urutan ke-13, peluang Veda Ega Pratama untuk meraih hasil positif masih terbuka. Moto3 dikenal sebagai kelas dengan persaingan paling rapat, di mana selisih waktu antarpembalap sering kali sangat tipis.

Tidak jarang pembalap yang start dari luar 10 besar mampu finis di posisi depan berkat strategi balapan yang tepat, start yang bersih, dan kemampuan menjaga kecepatan hingga lap terakhir.

Karakter Sachsenring yang minim lintasan lurus panjang juga membuat keterampilan mengendalikan motor saat melewati tikungan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Persaingan Klasemen Memanas

Menjelang balapan di Jerman, Máximo Quiles masih memimpin klasemen sementara dengan 211 poin.

Di belakangnya terdapat Álvaro Carpe dengan 121 poin, kemudian David Almansa dengan 109 poin. Brian Uriarte dan Marco Morelli sama-sama mengoleksi 102 poin.

Sementara itu, Veda Ega Pratama berada di posisi ketujuh klasemen dengan 82 poin, jumlah yang sama dengan Hakim Danish di peringkat keenam. Artinya, hasil balapan di Sachsenring berpotensi mengubah komposisi papan atas klasemen apabila Veda mampu finis lebih baik dibanding para rivalnya.

Balapan Jadi Penentu

Moto3 Jerman 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 16.00 WIB dengan total 23 putaran.

Start dari posisi ke-13 memang bukan modal terbaik, tetapi bukan pula penghalang bagi Veda Ega Pratama untuk tampil kompetitif. Jika mampu memanfaatkan peluang sejak awal balapan dan menjaga konsistensi hingga finis, pembalap Honda Team Asia itu masih berkesempatan membawa pulang poin penting sekaligus menjaga asa bersaing di papan atas klasemen Moto3 2026.(*)

Sumber: yt 97 sports

Berita Terkait