Selamatan Desa Mojorejo, Jalur Poros Kota Batu Dialihkan Total Hari Ini
Flyer pemberitahuan acara yang beredar di media sosial.-ist-Pemdes Mojorejo
BATU, DISWAYMALANG.ID – Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan masuk atau keluar Kota Batu, Sabtu (11/7) hari ini sebaiknya segera mencari rute alternatif. Jalan poros Ir. Soekarno yang terletak di Desa Mojorejo ditutup total untuk segala jenis kendaraan karena adanya pelaksanaan selamatan desa setempat.
Penutupan jalur utama yang menghubungkan Malang dan Batu mulai pukul 09.00 ini tidak dapat dihindarkan. Ini mengingat posisi jalan poros tersebut tepat membelah pusat Desa Mojorejo.
Salah seorang warga setempat, Karjono, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan hal yang krusial demi kelancaran tradisi tahunan tersebut. Sekaligus, menjaga keselamatan semua pihak. "Karena letak geografis tersebut jika ada bersih desa, jalan poros tersebut dipastikan akan tutup," katanya.
BACA JUGA:Tradisi Bersih Desa Badut Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kompak Lestarikan Warisan Leluhur
Menurut Karjono, dengan penutupan ini warga saat melaksanakan bersih desa aman dan nyaman. "Begitu juga dengan pengguna jalan keluar masuk dari Batu menuju Malang/Surabaya," tambahnya.
BACA JUGA:Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Temas Gelar Tradisi Gugur Gunung Jelang Bersih Desa
Panduan Rute Alternatif
Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, pihak terkait telah menyebarkan imbauan berupa flyer di berbagai media sosial sejak kemarin. Para pengguna jalan diimbau untuk mencermati rute pengalihan arus berikut:
Dari Arah Malang/Surabaya (Jalur Selatan): Pengguna jalan dapat berbelok melalui Desa Dadaprejo (Dadap Tulis), mengarah ke Perliman Junrejo, lalu melintasi kawasan Oro-Oro Ombo (jalur BNS).
Dari Arah Exit Tol Singosari/Karanglo (Jalur Utara): Pengguna jalan dapat mengambil rute lurus melewati Karangploso hingga tembus ke Pertigaan Bendo, Kota Batu.
Arah Sebaliknya (Keluar Kota Batu): Dapat menggunakan kedua jalur alternatif di atas secara terbalik.
Para pengendara diharapkan tetap berhati-hati, mematuhi rambu petunjuk yang dipasang di lapangan, serta mengikuti arahan petugas maupun panitia desa yang berjaga di titik-titik penyekatan.
Sumber:

