1 tahun disway

Libur Sekolah, Dishub Kota Batu Ramp Check Maraton Bus Pariwisata, Belasan Terbukti Melanggar

Libur Sekolah, Dishub Kota Batu Ramp Check Maraton Bus Pariwisata, Belasan Terbukti Melanggar

ramp check gabungan -ist-Dishup kota batu

BATU, DISWAYMALANG.ID–Gelombang kunjungan wisatawan ke Kota Batu selama musim libur sekolah menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Guna menjamin keselamatan dan kenyamanan para pelancong, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu bergerak cepat dengan menggelar inspeksi keselamatan lalu lintas atau ramp check secara maraton. Selama tiga hari berturut-turut, tim gabungan menyisir berbagai titik strategi, mulai garasi armada hingga kantong-kantong parkir destinasi wisata utama.

​Operasi besar-besaran yang berlangsung sejak Senin hingga Rabu ini menyasar seluruh angkutan penumpang umum, seperti bus pariwisata, Elf, dan Hiace. Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Batu Hari Juni Susanto SE MM menegaskan bahwa langkah preventif ini mutlak dilakukan demi memastikan semua kendaraan yang mengaspal di Kota Batu benar-benar laik jalan.

BACA JUGA:Wujudkan Kota Kreatif, Pemkot Batu Ajak Masyarakat Ikut Penilaian Mandiri KaTa Kreatif 2026

​"Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama kami, terutama di tengah menggelar kunjungan libur sekolah ini. Melalui ramp check gabungan ini, kami ingin memastikan kelaikan sasis, sistem keselamatan kendaraan, hingga legalitas dokumen berkendara para pengemudi," ujar Hari Juni, Jumat (10/7/2026).

Sinergi Lintas-Instansi Demi Keselamatan Jalan

​Operasi ini bukan main-main. Dishub Kota Batu menggandeng berbagai instansi lintas-sektoral. Mulai UPT P3 LLAJ Malang Dishub Provinsi Jatim, Satlantas Polres Batu (Unit Kamsel), Penguji Kendaraan Bermotor, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan (Dinkes), Kesbangpol, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu.

​Dari hasil rekapitulasi terhadap 28 unit armada wisata yang diperiksa, petugas menemukan fakta yang cukup mengejutkan sekaligus memprihatinkan terkait tingkat pemenuhan para penyedia jasa transportasi.

​Catatan Merah di Berbagai Titik Pemeriksaan

BACA JUGA:Geliat Produsen Tempe Desa Beji, Kota Batu, di Tengah Kenaikan Harga Kedelai Impor

Garasi Bima Trans, Pendem

Petugas melakukan pengecekan awal pada satu unit bus pariwisata (Nopol AG 7012 UC). Meski dinyatakan laik jalan secara teknis sasis, petugas menemukan pelanggaran fatal: pintu darurat terhalang oleh susunan kursi (kursi). Kru bus langsung ditegur keras untuk membongkar kursi tersebut demi jalur pengungsian.

Parkir Wisata Jatim Park II

Dari 13 armada (1 bus, 5 Hiace, 7 Elf) yang diperiksa, hanya 3 kendaraan yang dinyatakan laik jalan murni. Sementara 10 armada lainnya kedap air di jalur administratif, seperti buku uji KIR kedap udara, STNK mati, pajak mati, hingga Kartu Pengawasan (KPs) yang kedap udara.

Parkir Wisata Selecta dan Kawasan Alun-Alun

Kondisi di Selecta justru lebih memprihatinkan. Dari 9 armada (7 bus, 2 Elf) yang diperiksa bersama BNN, tidak ada satu pun yang laik jalan murni. Sebanyak 7 kendaraan lolos dengan catatan, sementara 2 armada bus terpaksa dikandangkan alias dinyatakan Tidak Laik Jalan akibat pelanggaran berat pada dokumen KIR, STNK, dan pajak yang mati total.

BACA JUGA:Dinkes Kota Batu Sosialisasikan Perwali JKN, Targetkan 60 Ribu Warga Desil 1-5 Terjangkau

Semenara itu, di Alun-Alun Kota Batu, dari 5 armada yang diperiksa, petugas menemukan 2 kendaraan laik jalan, 2 dengan catatan, dan 1 armada divonis Tidak Laik Jalan karena sang sopir nekat mengemudi dengan SIM yang sudah mati.

​Tak Hanya Fisik Kendaraan, Urine Sopir Turut Diperiksa

​Sisi humanis dan kesehatan pengemudi tak luput dari radar petugas. Di Jatim Park II, Selecta, dan Alun-Alun, tim medis dari Dinkes dan BNN Kota Batu menggelar tes kesehatan secara mendadak. Para wajib pengemudi menjalani pemeriksaan tensi darah hingga tes urine guna mengantisipasi adanya pencegahan narkoba di jalan raya.

​Menyikapi banyaknya temuan pelanggaran ini, Hari Juni memastikan tidak langsung menjatuhkan tindakan tegas sesuai regulasi yang berlaku. Ia juga memberikan peringatan keras kepada para pengusaha otobus agar tidak bermain-main dengan nyawa penumpang.

BACA JUGA:Libur Sekolah 2026: Kunjungan Wisatawan ke Batu Tembus 360 Ribu Lebih, Okupansi Hotel Capai 79%

​"Kami tidak segan-segan menjatuhkan sanksi dan melakukan penindakan bagi armada yang tidak laik jalan. Kami mengimbau pengusaha otobus dan wisatawan untuk selalu memeriksa kembali kesiapan armada serta kelengkapan surat kendaraan sebelum berangkat. Jangan mengorbankan nyawa penumpang demi mengejar keuntungan," tutupnya.

Sumber: