1 tahun disway

Keutamaan Hari Jumat menurut Gus Baha: Hari Raya Mingguan dan Rahasia 5 Waktu Mustajab

Keutamaan Hari Jumat menurut Gus Baha: Hari Raya Mingguan dan Rahasia 5 Waktu Mustajab

KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) -ist--

MALANG, DISWAYMALANG.ID--​Bagi umat Islam, hari Jumat bukanlah hari biasa. KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih akrab disapa Gus Baha, dalam berbagai pengajiannya sering menekankan betapa istimewanya hari Jumat. Dengan gaya penyampaiannya yang khas —santai, mendalam, dan sesekali diselingi humor segar— ulama asal Rembang, Jateng, ini mengajak kita untuk mengubah cara pandang kita terhadap hari Jumat. Jumat bukan sekadar akhir pekan atau waktu bersiap libur, namun momen "hari raya" yang datang setiap pekan.

Gus Baha menjelaskan bahwa Allah Swt memberikan perhatian khusus pada hari Jumat. Dalam sebuah riwayat, hari ini disebut sebagai Sayyidul Ayyam, rajanya hari. Keistimewaan ini tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah alam semesta. Pada hari Jumatlah Nabi Adam as diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari Jumat pula diturunkan ke bumi. Bahkan, kelak hari kiamat pun akan terjadi pada hari Jumat.

​"Orang mukmin itu harusnya gembira ketemu hari Jumat," ujar Gus Baha. Murid almarhum KH Maimoen Zubair ini mengingatkan bahwa saking mulianya hari Jumat, segala amal kebaikan yang kita lakukan pahalanya akan dilipatgandakan.

Namun, di balik semua fadhilah (keutamaan) tersebut, ada satu rahasia besar yang sering dilewatkan banyak orang, yaitu keberadaan Sa'atul Ijabah —waktu-waktu doa tidak akan ditolak oleh Allah Swt.

​Menurut penjelasan Gus Baha yang merujuk pada berbagai literatur fiqih dan hadis sahih, ada lima waktu terbaik di hari Jumat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir:

​1. Waktu Sejak Terbit Fajar (Subuh)

​Matahari terbit di hari Jumat membawa berkah yang berbeda. Gus Baha sering mengingatkan agar kita tidak tidur lagi setelah shalat Subuh di hari Jumat. Waktu ini adalah awal dibukanya pintu berkah mingguan. Membaca surah Al-Kahfi atau sekadar memperbanyak istighfar di waktu subuh Jumat memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi untuk menenangkan jiwa sebelum memulai aktivitas.

​2. Saat Khatib Naik ke Atas Mimbar

​Waktu mustajab berikutnya adalah ketika shalat Jumat hendak dimulai, tepatnya saat imam atau khatib sudah duduk di atas mimbar hingga shalat selesai dilaksanakan. Gus Baha menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan di waktu ini. Alih-alih mengobrol atau melamun saat menunggu khutbah, gunakan jeda waktu antara adzan dan khutbah untuk memanjatkan doa secara sirr (di dalam hati).

​3. Jeda Antara Dua Khutbah

​Di antara dua khutbah yang disampaikan oleh khatib, terdapat momen singkat saat khatib duduk sebentar. Gus Baha menjelaskan bahwa momen yang hanya beberapa detik ini adalah salah satu waktu emas. Karena waktunya sangat pendek, kita dianjurkan langsung memohon ampunan atau meminta hajat yang paling mendesak di dalam hati dengan penuh keyakinan.

​4. Selepas Shalat Ashar hingga Menjelang Maghrib

​Ini adalah salah satu pendapat kuat yang bersandar pada hadis Nabi SAW. Gus Baha mengulas bahwa paruh akhir hari Jumat, khususnya setelah shalat Ashar ketika matahari mulai menguning dan bersiap tenggelam, adalah waktu yang sangat sakral. Bumi sedang bersiap menutup hari raya mingguan, dan Allah SWT membentangkan rahmat-Nya secara luas bagi hamba yang mau bersimpuh berdoa.

​5. Detik-Detik Terakhir Sebelum Adzan Maghrib berkumandang

​Waktu yang paling kritis dan penuh rahasia adalah sesaat sebelum matahari benar-benar tenggelam. Gus Baha mengibaratkannya seperti penutupan sebuah festival besar. Di penghujung hari Jumat ini, konsentrasi doa harus ditingkatkan. Banyak ulama salaf terdahulu yang mengisolasi diri di masjid atau di kamar pada jam-jam ini hanya untuk fokus berdoa agar semua hajatnya dikabulkan.

​Melalui penjelasannya yang jernih, Gus Baha mengajak kita semua untuk tidak membiarkan hari Jumat berlalu begitu saja tanpa makna. Mengingat waktu-waktu mustajab ini sengaja disamarkan atau disebar di sepanjang hari Jumat, hikmahnya adalah agar umat Islam senantiasa menjaga hatinya untuk terus terhubung dengan Allah sepanjang hari.

​Bagi Gus Baha, esensi dari memuliakan hari Jumat adalah menumbuhkan rasa syukur bahwa kita masih diberi kesempatan hidup untuk menikmati hari yang penuh ampunan ini. Jadi, mari kita manfaatkan lima waktu terbaik tadi dengan memperbanyak shalawat, membaca Alquran, dan memanjatkan doa-doa terbaik kita.

Sumber: