Mengenal Destinasi Wisata Edukasi Sejarah di Kota Batu
Mengenal Destinasi Wisata Edukasi Sejarah di Kota Batu-Sholeh-Diswaymalang.id
BATU, DISWAYMALANG.ID--Selama ini, Kota Batu selalu identik dengan hawa sejuknya yang menusuk tulang, deretan wahana permainan modern yang megah, serta hamparan kebun apel yang hijau menyejukkan mata. Namun, Kota Batu juga menyimpan potensi wisata edukasi berupa lima situs bersejarah yang telah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya.
Kelestarian kelima situs tersebut dilindungi secara hukum melalui Perda Kota Batu No 1 Tahun 2014 dan Perwali Kota Batu No 64 Tahun 2022. Berikut ini lima situs bersejarah tersebut:
Vila Bima Shakti berada dalam satu kompleks di Taman Rekreasi Selecta, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Bangunan bersejarah itu didirikan pada tahun 1928 yang merupakan tempat peristirahatan favorit Presiden Ir. Soekarno.
Berdasarkan catatan Bung Karno yang ditinggalkan di Taman Rekreasi Selecta pada 1 Maret 1955, tempat ini menjadi saksi bisu lahirnya beberapa keputusan penting kenegaraan serta pesan beliau untuk membangun Selecta secara mandiri demi kebanggaan nasional.
2. Arca Ganesha
Berada di persawahan Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo situs ini merupakan Patung batu yang kondisinya masih sangat kokoh hingga saat ini.
Keberadaan situs ini, bagi sebagian warga berkaitan dengan era Kerajaan Singhasari, namun para sejarawan lebih meyakini arca ini berasal dari zaman Majapahit.
BACA JUGA:Menaklukkan Bendungan Tanpa Harus Boncos: Panduan Berburu Strike
Sebagai simbol ilmu pengetahuan, keberadaan arca di tengah sawah ini diduga sebagai simbolisasi penyebaran edukasi dari kerajaan kepada masyarakat luas.
3. Situs Petirtaan Jeding
Situs ini berada di Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo yang merupakan situs purbakala berbentuk punden berundak yang sempat terpendam di bawah tanah selama berabad-abad.
Sumber air alaminya kini ditampung dalam kolam berukuran 56 meter persegi Untuk menjaga kelestariannya, Dinas Pariwisata Kota Batu telah memperkuat dinding bata kuno dengan semen serta menambahkan panggung beton di tengah kolam.
Sumber:


