1 tahun disway

Gus Baha: Saya Ajari Ilmu Ikhlas supaya Amal Kita Diterima

Gus Baha: Saya Ajari Ilmu Ikhlas supaya Amal Kita Diterima

KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). --laduni.id--

MALANG. DISWAYMALANG.ID–Dalam sebuah pengajian Kitab Kuning yang dihadiri oleh ratusan jemaah, ulama kharismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab disapa Gus Baha, memberikan pesan mendalam mengenai esensi beramal. Gus Baha menekankan bahwa kunci utama agar segala bentuk ibadah diterima di sisi Allah Swt adalah dengan memahami dan mempraktikkan ilmu ikhlas.

​"Malam ini, saya ajari Sampeyan semua ilmu ikhlas, supaya amal kita benar-benar diterima dan tidak sia-sia," ujar Gus Baha dengan gaya penyampaiannya yang khas—sederhana, diselingi humor segar, namun sarat akan ilmu fikih dan tasawuf yang mendalam.

BACA JUGA:Gus Baha: Cukup Satu Kebaikan Ini untuk Menghapus Semua Dosa, Jangan Putus Asa!

​Logika Ikhlas: Berhenti Berharap pada Manusia

​Gus Baha menjelaskan bahwa salah satu perusak keikhlasan adalah adanya pamrih atau keinginan untuk dipuji dan dihargai oleh sesama makhluk. Menurut Gus Baha, berharap pada manusia adalah sebuah kekeliruan logika yang mendasar dalam bertauhid.

​"Sering kita kecewa karena setelah berbuat baik, orang lain tidak membalas atau tidak menghormati kita. Padahal, yang memberi kita pahala dan surga itu Allah, bukan orang tersebut. Kenapa kita justru sibuk mencari rida manusia?" terang pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Kragan, Rembang, Jateng ini.

BACA JUGA:Gus Baha: Berhenti Mengejar Dunia, Biarkan Dunia Mengejarmu

​Gus Baha memberikan analogi sederhana tentang bagaimana seharusnya seorang hamba memosisikan dirinya di hadapan Sang Pencipta. Jika seseorang sudah memantapkan hati bahwa segala daya, upaya, dan harta yang ia miliki adalah mutlak milik Allah, maka memberikan kembali apa yang dimiliki di jalan Allah seharusnya tidak menjadi beban.

​Ciri Amal yang Diterima

​Lebih lanjut, Gus Baha memaparkan ciri utama dari orang yang telah menguasai ilmu ikhlas: mereka tidak lagi mengingat-ingat kebaikan yang telah diperbuat. Serta tidak peduli apakah kebaikannya diketahui orang lain atau tidak.

BACA JUGA:Rahasia Langit: Gus Baha Ungkap 3 Jenis Sedekah yang Langsung Dibayar Kontan oleh Allah Swt

​"Ikhlas itu puncaknya adalah ketika Sampeyan merasa bahwa bisa beramal baik saja itu sudah merupakan taufik dan hadiah terbesar dari Allah. Jadi, tidak ada waktu lagi untuk merasa berjasa atau ujub (pamer) dengan amal tersebut," tambahnya.

​Pada akhir ceramahnya, Gus Baha mengajak seluruh jemaah untuk terus melatih hati dalam setiap aktivitas sehari-hari, baik dalam ibadah ritual maupun muamalah (hubungan sosial). Hus Baha mengingatkan bahwa ikhlas adalah proses belajar seumur hidup yang harus dijaga agar setiap tetes keringat dan harta yang dikeluarkan bernilai abadi di akhirat kelak.

BACA JUGA:Gus Baha: Tanda Utama Allah Menjaga Langkahmu Adalah ketika Terasa Sangat Sulit Bermaksiat

Sumber: youtube