Sepi Penumpang Pelajar, Sopir Angkot Batu Mengais Rezeki dari Jalur Wisata
Angkutan pelajar gratis sepi penumpang saat liburan sekolah. Awak angkutan pun cari peluang angkut wisatawan. ist--
BATU, DISWAYMALANG.ID–Musim liburan sekolah selalu membawa dua sisi mata uang bagi para pelaku transportasi publik di Kota Batu, Jawa Timur. Di satu sisi, armada angkutan kota (angkot) yang biasanya mengandalkan program gratis bagi anak sekolah harus gigit jari karena aktivitas pendidikan libur total. Namun di sisi lain, lonjakan wisatawan yang membanjiri kota dingin ini menjadi berkah tersendiri bagi jalur-jalur angkot yang melintasi destinasi wisata utama.
BACA JUGA:Operasional Trans Jatim Bikin Sopir Angkot Batu Kebanjiran Penumpang, Kekhawatiran Sepi Terbantahkan
Wakil Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu sekaligus Ketua Harian Toto Adi Muntolib menjelaskan, dinamika angkutan umum selama musim liburan ini terbagi menjadi dua kategori utama. Yaitu angkutan program angkutan pelajar gratis (Apel gratis) dan angkutan reguler.
"Untuk angkutan anak sekolah gratis atau angkutan Apel, sementara ini kan libur mengikuti kalender akademik. Jadi secara otomatis, armada-armada yang biasa mengangkut anak sekolah di Kota Batu memilih untuk meliburkan diri juga dan tidak beroperasi," ujar Toto saat ditemui Disway Malang.
BACA JUGA:Libur Sekolah Dipastikan Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu, Diprediksi Naik 30-40 Persen
Siasat Jalur Wisata dan Ancaman Kemacetan
Kendati angkutan khusus sekolah memilih parkir di garasi, cerita berbeda datang dari para sopir angkutan reguler. Toto mengungkapkan bahwa jalur reguler yang menghubungkan area Batu, Selekta, hingga Sumber Brantas justru tetap beroperasi penuh, bahkan mengalami peningkatan permintaan yang cukup signifikan. Jalur ini menjadi urat nadi bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan Kota Batu.
"Jalur Batu-Selekta-Sumber Brantas itu pergerakannya sangat dinamis karena mobilitas wisatawan di sana sangat tinggi. Banyak wisatawan yang mau petik apel atau berkunjung ke pusat UMKM melewati jalur tersebut. Jadi, meskipun angkutan sekolah libur, pendapatan mereka di jalur wisata ini tidak terpengaruh, bahkan wajib tetap jalan karena ramainya penumpang," tambahnya.
Namun, mengais rezeki di musim liburan bukan tanpa hambatan. Masalah klasik seperti kemacetan parah membayangi pendapatan para sopir angkot di jalur non-wisata atau jalur alternatif yang terjebak kepadatan. Menurut Toto, beberapa sopir di jalur tertentu memilih ikut libur karena risiko kerugian yang tinggi.
Jika mereka memaksakan diri menarik penumpang di tengah kemacetan, biaya operasional untuk bahan bakar minyak (BBM) akan membengkak, sementara setoran tidak sebanding. Alih-alih untung, mereka justru bisa tekor alias rugi bandar.
BACA JUGA:Libur Panjang Berkah: Ratusan Ribu Wisatawan Padati Kota Batu, Okupansi Hotel Tembus 95%
Primadona Baru: Dari Mikutopia hingga Angkutan Wisata 'Kawanku'
Selama musim liburan ini, titik keramaian utama memang terpusat di kawasan komersial dan wisata seperti Batu Selekta dan destinasi populer baru seperti Mikutopia. Jalur menuju wilayah tersebut—mulai dari kawasan Bukit Berbunga hingga Junggo—kerap mengalami kemacetan parah.
Beruntung, para sopir angkot reguler di Batu sudah sangat familier dengan medan dan memiliki segudang jalur alternatif (jalur tikus) untuk mengantarkan penumpang agar terhindar dari jebakan macet. Begitu pula dengan permintaan ke arah pemandian air panas Cangar; para sopir siap sedia menyesuaikan armada mereka tergantung kebutuhan rombongan wisatawan.
BACA JUGA:Selama Liburan Volume Sampah Melonjak 40%, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu
Menjawab kebutuhan pasar modern dan kemudahan akses bagi wisatawan, Organda Kota Batu sebenarnya telah meluncurkan inovasi berbasis teknologi yang dinamakan "Kawanku" sejak tahun 2022 lalu. Program ini merupakan angkutan wisata khusus yang melayani penjemputan dari hotel ke tempat rekreasi, atau sekadar mengantar pelancong keliling menikmati keindahan Kota Batu.
"Saat ini sudah ada 15 unit armada yang tergabung dalam program angkutan wisata Kawanku. Layanan ini juga sudah dilengkapi dengan aplikasi khusus dan nomor telepon yang bisa dihubungi oleh wisatawan yang ingin menyewa jasa mereka," jelas Toto.
Langkah inovatif ini berjalan mulus berkat sinergi yang apik antar-instansi di pemerintahan kota. Toto menegaskan bahwa program angkutan wisata ini mendapat dukungan penuh secara struktural. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memberikan dukungan penuh dari sisi regulasi dan legalitas hukum, sementara Dinas Pariwisata memberikan sokongan kuat dari segi operasional dan promosi guna menarik minat wisatawan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan angkutan kota di Batu tidak hanya bertahan di tengah gempuran zaman, tetapi juga naik kelas menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata daerah.
Sumber:

