Wawali Heli Ingin Karya Seniman Bunga Kota Batu Hiasi Kota Sendiri
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menyampaikan sambutan dalam Specta Flora Festival -Sholeh-Diswaymalang.id
BATU, DISWAYMALANG.ID--Kota Batu dikenal luas sebagai sentra bunga terbesar di Indonesia. Kiprah petani dan seniman bunga asal Kota Batu bahkan sudah diakui hingga ke pasar-pasar besar di luar daerah, termasuk, Kalimantan, Bali dan Jakarta.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto berharap karya-karya anak-anak Kota Batu bisa dikaryakan di Kota Batu sendiri. Sehingga karya-karya seniman bunga yang ada di Kota Batu bisa menghiasi pintu-pintu masuk Kota Batu.
Menurutnya, pengakuan itu bukan hanya pada produk bunganya. Karya para seniman bunga Kota Batu juga sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
"Saya pernah jalan-jalan di Kalimantan. Waktu itu di salah satu taman ada patung ikan, kalau enggak salah. Di situ ada beberapa taman. Saya tanya ke beberapa pemuda yang di situ. Kan saya ngomong Jawa, terus dia nyamperin. Ternyata mereka orang Sidomulyo. Ternyata karya-karya seniman bunga Kota Batu ini sangat diakui di seluruh Indonesia," katanya, Senin (6/7/2026).
Politisi Gerindra itu menyampaikan hal itu menjadi auto kritik bagi Pemerintah Kota Batu. Heli mengaku malu karena taman-taman di Kota Batu sendiri belum sebagus karya yang dibuat anak-anak Kota Batu di luar daerah.
"Ini auto kritik buat kami yang ada di pemerintahan juga. Taman-taman kita yang di Kota Batu ini tidak sebagus yang ada di luar Jawa sana. Padahal yang mengerjakan itu benar-benar anak-anak Kota Batu," katanya.
BACA JUGA:Menteri PKP Tinjau Penerima BSPS di Temas Kota Batu
Ia mencontohkan, saat masih menjabat di DPRD pernah menyampaikan usulan agar pintu masuk Kota Batu dihiasi karya seni bunga. Heli berharap ke depan ada regulasi yang memungkinkan para seniman dan petani bunga Kota Batu berkontribusi langsung membangun keindahan kota.
"Kami ini masih belum punya aturan. Karena aturannya, ketika para petani bunga ingin ikut serta dalam program di pemerintahan, mungkin membuat taman di Kota Batu kan harus punya perusahaan," jelasnya.
Selain aspek estetika dan lanskap, Heli juga menyoroti dampak ekonomi dari industri florikultura. Ia menyebut UMKM di Kota Batu tidak hanya bertumpu pada oleh-oleh, tapi juga pada bunga.
BACA JUGA:Skor SPIP Pemkot Malang Turun pada 2025, Wali Kota Minta Seluruh OPD Berbenah
"Perangkai bunga yang ada di Kota Batu ini tentunya akan berdampak secara ekonomi. UMKM di Kota Batu ini kan tidak hanya oleh-oleh, tapi bunga ini sangat berarti bagi para petani di sini," ujarnya.
Ia mengenang masa sulit petani bunga mawar beberapa tahun lalu. Saat itu banyak petani yang putus asa hingga menebangi pohon mawar dan menggantinya dengan tanaman lain.
Sumber:


