Target 2027, Seluruh Pasar di Kota Malang Bakal Terdigitalisasi
Ilustrasi transaksional pasar tradisonal dengan digital--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID – Pemerintah Kota Malang menargetkan seluruh pasar tradisional telah menerapkan sistem digital paling lambat pada 2027. Program tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik sekaligus modernisasi pengelolaan pasar rakyat yang kini mulai dipercepat oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan digitalisasi pasar dilakukan secara bertahap dengan memperkuat basis data (database) sebagai fondasi utama sistem yang terintegrasi.
BACA JUGA:Menteri PKP Targetkan Kota Malang Bebas RTLH Tahun Ini, 627 Rumah MBR Direhabilitasi
Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pengelolaan pasar merupakan keniscayaan yang harus dihadapi seluruh daerah, termasuk Kota Malang.
“Digitalisasi merupakan program pemerintah yang tidak bisa dihindari. Kami sedang mematangkan database agar nantinya lebih mudah diakses. Tinggal bagaimana kesiapan masyarakat, khususnya para pedagang, untuk beradaptasi dengan sistem digital,” ujar Eko, Minggu (5/7).
Sebagai tahap awal, Diskopindag menargetkan digitalisasi di 10 pasar prioritas rampung sepanjang 2026. Setelah implementasi sistem selesai, pemerintah akan melanjutkan proses sosialisasi dan pendampingan kepada pedagang agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal.
Eko mengakui tantangan terbesar bukan pada penyediaan teknologi, melainkan membangun kesiapan sumber daya manusia. Sebab, masih banyak pedagang pasar yang belum memahami manfaat maupun cara penggunaan layanan digital.
“Tidak semua pedagang langsung siap menerima sistem digital. Karena itu sosialisasi harus dilakukan secara bertahap agar mereka memahami fungsi, manfaat, dan cara menggunakannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya menyasar pasar-pasar tertentu, tetapi seluruh pasar tradisional yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Malang.
BACA JUGA:Turnamen Piala Wali Kota Malang Jadi Ajang Seleksi Atlet Tenis Meja untuk Porprov Jatim 2027
Diskopindag pun akan terus mengajukan pengembangan program secara bertahap hingga seluruh pasar berhasil terdigitalisasi.
“Target kami, seluruh pasar di Kota Malang sudah terdigitalisasi pada 2027,” tegas Eko.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Malang berharap pengelolaan pasar menjadi lebih modern, transparan, dan efisien. Digitalisasi juga diharapkan mempermudah administrasi, pengelolaan data pedagang, pelayanan kepada masyarakat, hingga mendukung pengambilan kebijakan berbasis data tanpa menghilangkan karakter pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sumber:


