Orderan Bunga Potong di Batu Anjlok 60 Persen saat Bulan Suro
Jumadi saat menyiapkan bunga potong untuk dikirim ke pelanggan -Sholeh-Diswaymalang.id
BATU, DISWAYMALANG.ID--Supplier bunga potong di Kota Batu harus putar otak untuk menyiasati sepi orderan pada Bulan Muharram atau Suro. Karena pada bulan tersebut banyak masyarakat Jawa yang menunda menggelar kegiatan pesta. Saat kebutuhan akan bunga potong paling banyak untuk dekorasi pesta. Termasuk pesta pernikahan
Jumadi, penyuplai bunga potong di Desa Bulukerto, Kota Batu, menyampaikan, orderan atau permintaan bunga pada bulan Suro memang sepi. Tak jarang, karena sepi penyuplai harus membuang stok karena busuk.
"Saya kan sistemnya membeli secara abondemen dari petani. Jadi, meskipun permintaan pasar sepi saya harus tetap membeli bunga dari petani pelanggan," katanya, Minggu (5/7/2026).
BACA JUGA:Tips Jitu Jaga Semangat Belajar Anak SD saat Libur Sekolah
Pria pemilik Proflorist itu menyampaikan, penyerapan pasar lokal di Pulau Jawa saat ini mengalami penurunan 60 persen. Meski masih menunjukkan pelemahan, angka ini terbilang lebih baik dibandingkan periode musim Suro tahun lalu. Pada saat itu, tingkat penurunan bahkan sempat mencapai titik terendah di angka 80 persen.
"Tahun ini pasar lumayan bagus karena bertepatan dengan Hari Raya Galungan di Bali dan musim kelulusan sekolah. Jadi masih ada permintaan dari beberapa daerah di luar Kota Batu," urainya.
BACA JUGA:761 Warga Kota Batu Lepas KB dalam Setahun, Partisipasi Turun Jadi 70 Persen
Jumadi menjelaskan, pada bulan Suro, masyarakat Jawa dan Bali umumnya menahan diri untuk tidak menggelar hajatan. Baik itu acara pernikahan, selamatan, maupun berbagai upacara keagamaan tidak dilaksanakan selama bulan tersebut.
Padahal, menurutnya bunga mawar biasanya sangat dibutuhkan sebagai hiasan pelaminan dan juga sebagai salah satu perlengkapan upacara keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Dampaknya langsung terasa pada penjualan bunga.
"Pada hari normal kami bisa mengirim bunga mawar potong sampai 2.000 tangkai per hari. Tapi sekarang turun 60 persen, jadi tidak sampai 1.000 tangkai," urainya.
BACA JUGA:Tips Jitu Jaga Semangat Belajar Anak SD saat Libur Sekolah
Lebih lanjut, Jumadi mengungkapkan bahwa penurunan permintaan bunga potong umumnya hanya terjadi pada bulan Suro saja.
Sementara itu, permintaan justru mengalami lonjakan saat momentum Valentine di bulan Februari. Memasuki bulan Syawal dan bulan Dzulhijjah yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha ,dikatakan Jumadi juga turut mendongkrak penjualan bunga.
"Mau sepi ataupun ramai permintaan, harganya juga masih stabil di angka Rp2 ribu per tangkai," tegasnya.
Sumber:


