Menuju Dua Dekade, Universitas Ma Chung Siap Jadi Trendsetter Pengembangan Ilmu dan Inovasi
Rektor Universitas Ma Chung Malang, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., saat memberi sambutan di acara Media Gathering Universitas Ma Chung-panca rp-
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Memasuki usia ke-19 pada Selasa, 7 Juli 2026, Universitas Ma Chung tengah bersiap melakukan lompatan besar. Perguruan tinggi swasta terkemuka di Malang ini berkomitmen mempercepat berbagai langkah transformasi internal demi menyambut dua dekade berdirinya universitas (Lustrum ke-4) pada tahun depan.
BACA JUGA:Dua Mahasiswi Universitas Ma Chung Juara 3 dan Harapan 1 di Duta Literasi Pasar Modal 2025
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., Jumat (3/6) menegaskan bahwa kunci utama dari percepatan ini adalah kolaborasi multi-pihak. Yang dikemas dalam tema besar: "Fostering Transdisciplinary Convergence" (Mendorong Konvergensi Transdisipliner).
Menurut Prof. Yufra, tantangan di dunia pendidikan tinggi modern tidak lagi bisa diselesaikan secara parsial atau sendirian. Kemajuan sebuah institusi kini sangat bergantung pada kekuatan jalinan kerja sama lintas sektor atau yang dikenal dengan konsep Multiple Helix.
BACA JUGA:40 Mahasiswa Prodi Profesi Apoteker Universitas Ma Chung Lafalkan Sumpah
"Secara keilmuan, kita mengenal Triple Helix yakni akademisi, bisnis, dan pemerintah (ABG). Lalu berkembang menjadi Quadruple Helix dengan masuknya komunitas, hingga Hexa Helix yang melibatkan aspek lingkungan atau masyarakat terdampak. Namun, malam ini kami secara khusus menekankan pentingnya Penta Helix, di mana komponen kelimanya adalah Media," ujar Prof. Yufra di hadapan para awak media.
Ia mengakui bahwa media—baik cetak, elektronik, maupun digital—memiliki peran strategis yang luar biasa besar dalam menjembatani inovasi kampus dengan masyarakat luas.
BACA JUGA:Universitas Ma Chung Gelar Talkshow Seputar Masa Depan Akuntan di Dunia Perbankan
Menurut Yusra, banyak orang melakukan kegiatan hebat, tetapi tidak diketahui dan kurang berdampak karena peran media yang minim. "Oleh karena itu, Ma Chung ingin membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan rekan-rekan media demi kemaslahatan publik," tambahnya.
Lompatan Fase: Dari Living Example Menuju Living Trendsetter
Perjalanan 20 tahun pertama Universitas Ma Chung (fase pertama) difokuskan pada visi menjadi "To be a Living Example" (Teladan yang Hidup), baik dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun pembentukan karakter.
BACA JUGA:Respons Kebutuhan Bisnis, Universitas Ma Chung Segera Buka Prodi Hukum Bisnis
Memasuki tahun depan, Universitas Ma Chung siap naik kelas ke fase pengembangan tahap kedua, yaitu menjadi "To be a Living Trendsetter".
Yusra menjelaskan, menjadi trendsetter bukan berarti Ma Chung harus mendominasi seluruh lima benua di dunia global secara langsung. Dunia yang ia maksudkan terutama adalah lingkungan di mana kami berada—di sekitar perguruan tinggi, di wilayah Malang, dan masyarakat luas.
"Kami ingin menjadi penentu arah perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berdampak nyata," jelas Sang Rektor.
Siap Membuka Program S3 Inovasi Tahun Depan
Menutup pemaparannya, Prof. Yufra membocorkan rencana strategis universitas untuk tahun depan. Jika program S1 berfungsi menggunakan ilmu pengetahuan dan S2 mengembangkan ilmu yang ada, maka program S3 bertugas menemukan ilmu pengetahuan baru.
Demi mengejar target sebagai living trendsetter, Universitas Ma Chung kini tengah bersiap menambah dua bidang baru tahun depan: Hukum Bisnis dan program S3 (Doktor) di bidang Inovasi.
Langkah ini dirasa sangat relevan dengan visi agung Universitas Ma Chung, yakni memuliakan Tuhan melalui akhlak, pengetahuan, dan kontribusi nyata sebagai insan akademik yang berdaya cipta. Lewat konvergensi Penta Helix, Universitas Ma Chung mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya media, untuk berjalan beriringan menciptakan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.
Sumber:


