Ritus, Karnaval, dan Pesona Klasik: Enam Festival Andalan Malang Raya
Gebyar ritual 1 Suro di Gunung Kawi yang menjadi agenda perayaan tahunan saat memasuki Tahun Baru Jawa--
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Di balik pesona alam dan kulinernya, Malang Raya menyimpan kekayaan budaya yang hidup melalui enam festival tahunan. Agenda ini bukan sekadar hiburan, melainkan panggung pelestarian tradisi sekaligus penggerak utama ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Berikut enam ikon budaya yang tersebar dari kaki gunung hingga pesisir selatan:
1. Singhasari Jayanti Festival (Akhir Agustus)
Berpusat di Candi Singosari, situs peninggalan abad ke-13, pergelaran ini menjadi puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang. Daya tarik utamanya adalah sendratari kolosal yang melibatkan sanggar seni lintas kecamatan, mengangkat kisah kejayaan Kerajaan Singhasari melalui perpaduan tari, musik, dan drama.
BACA JUGA:Bersih Desa Kelurahan Temas: Tradisi, Filosofi, dan Ritual Tarub Agung
2. Kanjuruhan Culture Carnival (Akhir Agustus–Awal September)
Berlangsung di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Kepanjen, karnaval ini menjadi ajang unjuk kreativitas 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Rute sepanjang Jalan Ir. Soekarno dimeriahkan oleh kostum spektakuler dan kendaraan hias yang terinspirasi sejarah Kerajaan Kanjuruhan.
3. Gebyar Ritual 1 Suro Gunung Kawi (Kalender Jawa)
Memasuki tahun baru Jawa, kawasan Gunung Kawi menjadi pusat ritual adat. Prosesi diawali kirab sesaji dari Terminal Gunung Kawi, diisi doa bersama dan sedekah bumi. Puncaknya adalah Penyekaran Agung, yakni tabur bunga sebagai penghormatan di makam leluhur Eyang Djoego dan Eyang Raden Mas Iman Soedjono.
4. Malang Tempo Doeloe (Menjelang Hari Jadi Kota Malang)
Festival ini menyulap pusat Kota Malang dengan nuansa kolonial klasik. Pengunjung diajak bernostalgia melalui dekorasi tempo dulu, pameran barang antik (sepeda tua, mesin ketik, radio lawas), serta atraksi busana kebaya dan lurik yang dikenakan para peserta.
BACA JUGA:Wujud Syukur Hasil Bumi Melimpah, Desa Bumiaji Gelar Tradisi Bersih Desa dengan Semangat Guyub Rukun
5. Pekan Budaya Pantai Ngliyep (September)
Di pesisir selatan Kabupaten Malang, perpaduan seni dan tradisi masyarakat pesisir digelar. Sorotan utama adalah upacara adat Labuhan (larung sesaji) di kawasan Gunung Kombang, sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi nelayan, yang dirangkai dengan pameran UMKM dan hiburan rakyat.
6. Malang Flower Carnival (Juli–September)
Masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), festival ini berlangsung di ikon kota seperti Kayutangan Heritage dan sekitar Balai Kota. Parade kostum dengan dominasi ornamen bunga karya desainer dan komunitas kreatif menghadirkan tema sejarah, lingkungan, hingga cerita rakyat yang memukau.
BACA JUGA:Mengenang Hari Asyura: Rentetan Peristiwa Bersejarah dan Amalan Utama 10 Muharram
Keenam agenda yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, pelaku UMKM, dan wisatawan ini menjadikan Malang Raya sebagai destinasi budaya yang dinamis. Mengingat jadwal dapat menyesuaikan kalender budaya tahunan, wisatawan disarankan untuk selalu merujuk pada informasi resmi penyelenggara sebelum berkunjung.
Sumber:


