1 tahun disway

Dinas Pendidikan Kota Batu Tekankan MPLS Humanis dan Bebas Perpeloncoan, Wujudkan Visi mBatu SAE

Dinas Pendidikan Kota Batu Tekankan MPLS Humanis dan Bebas Perpeloncoan, Wujudkan Visi mBatu SAE

Ilustrasi suasana MPLS-panca rp-

BATU,  DISWAYMALANG.ID –Memasuki tahun ajaran baru 2026, Dinas Pendidikan Kota Batu berkomitmen penuh untuk mentransformasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momentum emas pembentukan karakter generasi muda. Mengusung napas dari visi besar pembangunan daerah, yakni mBatu SAE (Sinergis, Akomodatif, dan Ekologis), pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang secara kreatif menjadi akronim Santun, Aktif, dan Edukatif (SAE).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Ir  Alfi Nurhidayat ST MT PhD ASEAN Eng menegaskan, MPLS tidak boleh lagi terjebak dalam paradigma lama yang identik dengan tekanan fisik maupun mental. Sebaliknya, orientasi bagi siswa baru harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan memicu produktivitas belajar sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.

​"Kami ingin memastikan bahwa MPLS di Kota Batu tahun ini benar-benar berjalan secara 'SAE'. Sekolah harus menjadi inkubator ramah anak, bukan tempat yang menakutkan," ujar Alfi, Kamis (2/7/2026) saat ditemui di kantornya.

BACA JUGA: Banyak Warga Khawatir, Wakil Wali Kota Batu Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Urusan Pajak

​Menurunkan Nilai "SAE" ke Dalam Aktivitas Konkret

​Pihak Dinas Pendidikan telah mengidentifikasi seluruh satuan pendidikan di Kota Batu untuk menjabarkan konsep SAE ke dalam indikator program yang jelas selama orientasi masa depan:

  • ​S - Santun (Karakter & Budi Pekerti): Fokus utama ditekankan pada penanaman komunikasi, sikap menghormati guru, serta etika menghargai sesama teman. Siswa juga diajak mengenali budaya lokal Kota Batu yang dikenal ramah, beradab, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.
  • ​A - Aktif (Partisipasi & Eksplorasi): Siswa baru distimulasi untuk aktif mengenali potensi diri mereka, berani bertanya dalam forum, serta terlibat langsung dalam simulasi organisasi sekolah maupun pengenalan ekstrakurikuler.

BACA JUGA: Kenyamanan Perpustakaan Kota Batu: Gratis Kopi-Teh-Wifi, Ada Ruang Ramah Anak, Sedia 100 Judul Koleksi Braile

  • ​E - Edukatif (Inovatif & Bebas Perpeloncoan): Dinas Pendidikan melarang keras adanya aktivitas tanpa makna atau yang bertujuan mempermalukan siswa. Setiap permainan, pengugasan, maupun materi yang diberikan wajib memiliki keluaran pembelajaran yang jelas.

​"Tidak ada lagi ruang untuk perpeloncoan di Kota Batu. Saya sudah menghitung seluruh kepala sekolah agar mencoret semua tugas tidak masuk akal yang sering menyulitkan orang tua siswa. Seperti mencari barang-barang aneh. Jika ada sekolah yang lewat, kami tidak akan segan untuk memberikan teguran keras," tegas Alfi.

​Mengangkat Potensi Lokal dan Literasi Digital

​Lebih lanjut Alfi Nurhidayat menjelaskan bahwa salah satu pilar penting dalam MPLS yang produktif adalah mengenalkan siswa pada kearifan lokal Kota Batu yang kaya akan potensi pariwisata, pertanian, dan industri kreatif. Melalui pendekatan ekologis, siswa diajak peduli terhadap lingkungan sekitar sejak dini.

BACA JUGA: Persiapan Specta Flora Festival Capai 70 Persen, Ketua Panitia: Vendor dan Tenan Sudah Loading

Melalui gerakan memilah sampah di sekolah serta proyek literasi mini mengenai agrowisata atau sejarah lokal, siswa diharapkan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap kotanya.

​Selain aspek lingkungan, orientasi tahun ini juga menyentuh aspek adaptasi teknologi secara bijak. Di era disrupsi digital, gawai tidak lagi dijauhkan dari siswa, melainkan diarahkan secara positif.

Siswa dibekali literasi digital, mulai dari pengenalan platform belajar dare yang digunakan sekolah hingga edukasi masif mengenai pencegahan cyberbullying baru dan etika bermedia sosial.

BACA JUGA: Menteri PKP Tinjau Penerima BSPS di Temas Kota Batu

​Dinas Pendidikan juga memberikan perhatian besar pada orientasi mental dan kesehatan remaja. Masa transisi menuju jenjang sekolah baru sering kali memicu kecemasan pada anak. Oleh karena itu, sekolah diwajibkan menyediakan sesi pembekalan kesehatan mental dan pencegahan perundungan (bullying).

​"Anak-anak kita ini adalah masa depan Kota Batu. Melalui sinergi antara pihak sekolah, guru, pengurus OSIS, serta dukungan penuh dari orang tua, kita optimistis MPLS tahun ini akan melahirkan generasi muda yang cerdas digital, sehat mental, berkarakter kuat, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan mBatu SAE," pungkas M. Alfi Hidayat mengakhiri keterangannya.

Sumber: