Veda Ega Ungkap Penyebab Crash di Assen, Ternyata Bukan karena Senggolan dengan Rival
Veda Ega Pratama mengungkap penyebab crash di Moto3 Assen 2026. Pembalap Honda Team Asia itu menegaskan kecelakaan terjadi akibat kesalahannya sendiri.-Yt Iwan Banaran-Yt Iwan Banaran
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Veda Ega Pratama akhirnya mengungkap penyebab kecelakaan yang membuatnya gagal finis pada balapan Moto3 Assen 2026. Pembalap Honda Team Asia itu menegaskan bahwa crash yang dialaminya bukan disebabkan oleh senggolan dengan rival, melainkan akibat kesalahan yang ia lakukan sendiri saat berusaha mengejar rombongan depan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang bermunculan setelah balapan. Sebelumnya, banyak pihak mengaitkan insiden senggolan dengan Jesus Rios dan Adrian Fernandez sebagai penyebab utama Veda terjatuh. Namun, pembalap asal Indonesia itu memberikan penjelasan berbeda melalui pernyataannya usai balapan.
Veda mengatakan sejak awal lomba ia justru merasakan performa motornya sangat baik. Bahkan, setelah start ia optimistis mampu bertahan di kelompok depan hingga garis finis. Namun situasi berubah setelah dirinya terlibat persaingan ketat dengan sejumlah pembalap lain.
Senggolan Bukan Penyebab Utama
Dalam jalannya balapan, Veda memang beberapa kali terlibat duel sengit dengan para rival. Kontak antarpembalap terjadi saat mereka saling berebut posisi di tikungan.
Akibat duel tersebut, posisi Veda sempat melorot dari rombongan depan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa insiden senggolan tersebut bukan penyebab langsung dirinya gagal menyelesaikan balapan.
Setelah kehilangan beberapa posisi, Veda berusaha mengejar pembalap di depannya agar tetap memiliki peluang meraih hasil maksimal.
Kehilangan Traksi Saat Mengejar
Upaya mengejar rombongan depan justru menjadi awal terjadinya kecelakaan. Veda mengaku ban belakang motornya mengalami slide ketika membuka gas saat keluar tikungan.
Kehilangan traksi tersebut membuat motor mengalami highside, yakni kondisi ketika ban belakang kembali mencengkeram aspal secara tiba-tiba sehingga pembalap terlempar dari motor.
Akibat insiden tersebut, Veda tidak dapat melanjutkan balapan dan harus mengakhiri akhir pekan di Assen tanpa tambahan poin.
Pengakuan itu menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi karena kesalahan saat mengendalikan motor, bukan akibat tindakan pembalap lain.
Performa Motor Dinilai Semakin Kompetitif
Meski gagal finis, Veda menilai performa Honda NSF250RW yang digunakannya mengalami perkembangan positif. Ia merasa semakin nyaman dengan karakter motor dan mampu mengikuti ritme para pembalap di barisan depan.
Hal itu juga terlihat sejak awal balapan ketika Veda mampu bersaing dengan kelompok terdepan sebelum akhirnya kehilangan momentum akibat duel yang berlangsung cukup ketat.
Perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi pembalap muda Indonesia tersebut untuk menghadapi seri-seri berikutnya pada musim Moto3 2026.
Fokus Bangkit di Sachsenring
Usai balapan, Veda turut menyampaikan permohonan maaf kepada tim dan para pendukung karena belum berhasil membawa pulang poin dari Assen.
Sumber: youtube iwan banaran


