UB dan Xinwei Teken MoU, Buka Peluang Riset Bersama dan Inovasi Teknologi
Prof. Dr. Lu Dan, Global CEO XinWei Technology Group, bergabung secara daring dalam pertemuan peluang kolaborasi dengan Universitas Brawijaya.--prasetya.ub.ac.id.
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID--Universitas Brawijaya (UB) melalui UPT Global Partnership and Reputation (GPR) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Xinwei Technology Group. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Khususnya pada bidang Artificial Intelligence/AI, pengembangan talenta, inovasi teknologi, serta penguatan ekosistem industri masa depan.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Lantai 6 Gedung Rektorat UB, Jumat (26/6/2026). Dihadiri dihadiri Rektor UB Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc beserta jajaran pimpinan universitas. Prof Dr Lu Dan selakuCEO Geely Talent Development Group sekaligus President dan Global CEO Xinwei Technology Group mengikuti kegiatan secara daring.
Sementara itu, delegasi yang hadir secara luring di Malang dipimpin oleh Dr Zoe Che, Vice President of Geely Talent Development Group, didampingi Christine Zhou, Deputy Director of International Marketing Project Management.
“Hari ini kita menandatangani Memorandum of Understanding. Besok, mari kita mulai membangun proyek-proyek yang bermakna, mendidik para inovator masa depan, mengembangkan teknologi mutakhir, dan menciptakan solusi yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Prof Widodo dalam sambutannya, dikutip dari laman resmi UB, Selasa (30/6/2026).
Rektor UB menyampaikan Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki peluang besar dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung pertanian presisi, logistik pintar, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, layanan kesehatan, hingga pengembangan kota cerdas. Dengan kekuatan UB di bidang teknik, pertanian, ilmu komputer, kesehatan, dan kebijakan publik, universitas dinilai memiliki posisi yang strategis untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor tersebut.
Sementara itu, Lu Dan menyampaikan bahwa kerja sama ini dilandasi oleh keyakinan yang sama mengenai pentingnya transformasi pendidikan di era kecerdasan artifisial. Menurutnya, AI tidak seharusnya hanya menjadi teknologi tambahan di lingkungan kampus, melainkan menjadi kemampuan dasar yang mendorong perubahan organisasi, pengembangan penelitian lintas disiplin, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“Kami tidak memperkenalkan AI ke kampus hanya sebagai sebuah tren atau gimmick. Kami berkomitmen menjadikannya sebagai kemampuan fundamental untuk kemajuan kognitif, perubahan organisasi, serta penelitian dan pengembangan lintas disiplin,” tegas Lu Dan.
Ia menambahkan bahwa Xinwei AI dan Geely selama ini mengembangkan konsep Three Trans-X Campuses, yaitu Trans-Sectoral Campus, Trans-Regional Campus, dan Trans-Dimensional Campus yang bertujuan menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri secara lebih erat. Melalui konsep tersebut, proses pembelajaran diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja nyata.
Pembentukan Xinwei Malang Institute
Dalam kesempatan tersebut, Lu Dan juga mengumumkan pembentukan Xinwei Malang Institute, sebuah inisiatif yang akan menjadi wadah integrasi antara keunggulan teknologi Xinwei AI dengan berbagai program unggulan Universitas Brawijaya, khususnya di bidang Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan disiplin ilmu lainnya. Menurutnya, institusi tersebut akan menjadi ruang kolaborasi untuk menyelaraskan pendidikan dengan perkembangan industri dan kebutuhan transformasi digital.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini juga didukung oleh pengalaman panjang Geely dalam mengembangkan pendidikan yang terhubung langsung dengan industri. Berbagai proyek industri Geely di Indonesia, termasuk pengembangan kendaraan energi baru dan investasi industri lainnya, dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa UB untuk mengasah kompetensi melalui penyelesaian masalah-masalah riil di lapangan.
Secara keseluruhan, penandatanganan MoU ini menjadi tonggak awal bagi penguatan hubungan antara Universitas Brawijaya dan Xinwei Technology Group dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan transfer teknologi. Kedua pihak optimistis bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan berbagai program konkret yang mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan, industri, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun Tiongkok.
Sumber:


