1 tahun disway

140 Mahasiswa FISIP, Termasuk 24 Mahasiswa dan 11 Dosen Asing, Ikuti program Bakti Desa 2026

140 Mahasiswa FISIP, Termasuk 24 Mahasiswa dan 11 Dosen Asing, Ikuti program Bakti Desa 2026

Pelepasan FISIP Bhakti Desa--prasetya.ub.ac.id.

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID--Mengangkat tema Kesetaraan Tanpa Batas, Program Pengabdian Masyarakat ini tidak hanya melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di FISIP UB. Tetapi juga menghadirkan 25 mahasiswa asing serta 11 dosen internasional yang akan terjun langsung mendampingi kegiatan di lapangan.

Para peserta akan ditempatkan di 35 desa yang tersebar di Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Blitar, serta satu kelompok di Kabupaten Lombok Utara. Kehadiran mahasiswa internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi global dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus memberikan pengalaman lintas budaya bagi seluruh peserta.

Dikutip dari laman resmi UB, Senin (29/6/2026), Dekan FISIP Universitas Brawijaya Dr Ahmad Imron Rozuli SE MSi menyampaikan, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi seluruh pihak. Mulai pemerintah daerah, pemerintah desa, dosen pembimbing, hingga masyarakat setempat.

BACA JUGA:Dekan FISIP UB Tekankan Mahasiswa Belajar dari Masyarakat, 1.140 Peserta Bakti Desa Diterjunkan ke Tiga Daerah

“Bersama semua pihak, hasil yang diharapkan nanti menjadi bagian penting dari catatan sejarah bagi adik-adik semua, bagi Kabupaten Malang maupun Kabupaten Blitar, terutama bagi desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan berharap mendapatkan bimbingan. Kami datang bukan untuk menggurui, tetapi ingin belajar bersama bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total peserta internasional terdapat 11 mahasiswa dari Universiti Putra Malaysia (UPM), 7 mahasiswa dari Polandia, 3 mahasiswa dari Tiongkok, 3 mahasiswa dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) serta 1 mahasiswa dari Filipina. Selain itu, 11 dosen asing juga turut mendampingi pelaksanaan program di lokasi pengabdian.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan dosen internasional menjadi momentum penting untuk memperkenalkan praktik pembangunan masyarakat Indonesia kepada dunia sekaligus memperkaya perspektif peserta dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di desa.

BACA JUGA:Mahasiswa FISIP UB Pamerkan Inovasi Tata Kelola Kota Kreatif dalam Ekshibisi Kewirausahaan Politik 2025

“Kami yakin masyarakat desa akan menyambut Anda semua sebagai tamu yang baik. Karena itu, jagalah nama baik almamater. Kalian adalah pejuang yang membawa semangat pengabdian sekaligus belajar bersama masyarakat,” pesannya kepada seluruh peserta.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc menegaskan, program FISIP Bakti Desa menjadi wahana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga kemampuan utama yang harus dimiliki generasi muda saat ini, yakni kemampuan analisis sosial, kemampuan komunikasi dan empati, serta kemampuan bekerja sama dan kepemimpinan kolaboratif.

BACA JUGA:FISIP UB Gandeng Lembaga Survei, NGO, dan Pers Wujudkan Kurikulum Faktual, Bukan Hanya Teori Buku

“Yang harus dikuasai anak muda sekarang adalah kemampuan analisis sosial karena AI tidak memahami itu. Kemudian kemampuan komunikasi dan empati, karena AI juga tidak memahami empati. Selanjutnya kemampuan kerja sama dan kepemimpinan kolaboratif. Kalian harus masuk ke living lab, belajar langsung bersama masyarakat,” ungkapnya.

Sumber: