FKH UB Dampingi Peternak Lombok Barat, Tingkatkan Keterampilan Kendalikan Cacingan-Suplementasi Mineral
Diskusi penguatan kolaborasi dan peluang pengembangan program antara FKH UB dan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat.--prasetya.ub.ac.id.
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID--Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui program bertajuk “Pengendalian Helminthiasis dan Pemberian Mineral Blok sebagai Upaya Mendukung Peningkatan Status Nutrisi dan Reproduksi Ternak”. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Peternak Pade Pacu di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, dan diikuti oleh 35 peternak sapi dari wilayah setempat.
Dikutip dari laman resmi UB, Senin (29/6/2026), kegiatan diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dusun Fahrulrozi yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pendampingan dari UB bagi peternak di wilayahnya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala UPT Wilayah Tengah Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat Aknan SPt yang menekankan pentingnya pengendalian penyakit parasit dan perbaikan manajemen pemeliharaan sebagai langkah mendukung peningkatan produktivitas ternak.
BACA JUGA:FKH UB Gelar CPD Anestesi Klinis dan Monitoring Pasien untuk Tingkatkan Kompetensi Dokter Hewan
Selanjutnya, Ketua Tim Pengabdian FKH UB drh Ahmad Fauzi MSc PhD menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengendalikan kecacingan serta memanfaatkan suplementasi mineral untuk mendukung kesehatan dan reproduksi sapi.
Materi penyuluhan disampaikan oleh mahasiswa FKH dengan topik utama mengenai pengendalian helminthiasis (kecacingan) pada sapi. Materi mencakup pengenalan jenis-jenis cacing yang umum menyerang ternak, tanda-tanda klinis kecacingan, dampak terhadap kesehatan dan produktivitas ternak, siklus hidup cacing, strategi pencegahan, hingga prinsip penggunaan obat cacing yang tepat.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemberian mineral blok sebagai sumber mineral esensial untuk mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, status nutrisi, dan performa reproduksi ternak. Materi tersebut menekankan bahwa infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan nutrisi sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi ternak.
BACA JUGA:FKH UB Raih SDGs Award 2026, Perkuat Komitmen Wujudkan Kesehatan Hewan dan Masyarakat Berkelanjutan
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peternak antusias menyampaikan berbagai permasalahan yang sering ditemui di lapangan, mulai penurunan kondisi tubuh ternak, gangguan reproduksi, hingga strategi pemberian obat cacing yang efektif. Tim pengabdian memberikan penjelasan praktis yang dapat langsung diterapkan sesuai kondisi peternakan rakyat di Lombok Barat.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke kandang peternak untuk melihat secara langsung kondisi pemeliharaan ternak. Pada kesempatan tersebut, tim melakukan demonstrasi pemberian obat cacing sesuai prinsip dosis dan cara pemberian yang benar, serta memperagakan penggunaan mineral blok sebagai suplemen pakan yang dapat diakses ternak secara bebas sesuai kebutuhan. Demonstrasi ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peternak sehingga lebih mudah mengadopsi teknologi yang diperkenalkan.
Sebagai bentuk dukungan nyata kepada masyarakat, tim FKH membagikan obat cacing dan mineral blok secara gratis kepada seluruh peserta kegiatan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu peternak menerapkan praktik pengendalian kecacingan dan suplementasi mineral secara berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.
BACA JUGA:FKH UB Edukasi Peternak Sapi Perah di Batu, Fokus Cegah Mastitis dan Kendalikan Lalat Kandang
Selain penyuluhan dan demonstrasi lapang, tim pengabdian juga menyerahkan dua poster edukasi berukuran besar kepada UPT Wilayah Tengah Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat. Poster tersebut berisi informasi mengenai jenis-jenis cacing yang menyerang sapi beserta lokasi predileksinya, dampak infeksi terhadap produktivitas ternak, strategi pencegahan, serta panduan pemilihan obat cacing yang tepat. Poster diharapkan dapat menjadi media edukasi berkelanjutan bagi dokter hewan, paramedis veteriner, dan peternak yang berkunjung ke UPT.
Sumber:


