800 Lulusan UIN Maliki Malang Dikukuhkan, Rektor Tekankan Penguasaan AI dan Akhlak
Wisuda Sarjana dan Pascarsarjana Ke 92 UIN Maliki Malang --
DINOYO, DISWAYMALANG.ID – Sebanyak 800 lulusan UIN Maliki Malang dikukuhkan dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Ke-92 Periode II Tahun 2026, Sabtu (20/6) di Kampus UIN Maliki Malang.
Dalam wisuda tersebut, Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tanpa meninggalkan akhlak dan integritas.
“Skill AI saat ini menjadi kebutuhan dunia kerja. Namun kemampuan teknologi harus diimbangi dengan akhlak, integritas, kemampuan berpikir kritis, dan problem solving,” ujar Ilfi.
Menurutnya, perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menguasai teknologi digital.
Karena itu, UIN Maliki Malang terus menyesuaikan kurikulum melalui pendekatan Outcome Based Education (OBE) agar kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang H. Basri melaporkan, 800 lulusan yang dikukuhkan berasal dari delapan fakultas dan program pascasarjana.
BACA JUGA:Pantai Nganteb Malang, Surga Tersembunyi yang Jadi Incaran Para Peselancar
Rinciannya, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 162 lulusan, Fakultas Syariah 90 lulusan, Fakultas Humaniora 14 lulusan, Fakultas Psikologi 63 lulusan, Fakultas Sains dan Teknologi 81 lulusan, Fakultas Ekonomi 161 lulusan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 45 lulusan, serta Pascasarjana 184 lulusan.
Dari total tersebut, sebanyak 328 merupakan wisudawan dan 472 wisudawati.
UIN Maliki Malang menilai tantangan dunia kerja ke depan tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan lulusan menghadapi transformasi digital. Karena itu, penguasaan teknologi, termasuk AI, menjadi salah satu kompetensi yang terus diperkuat dalam proses pembelajaran di kampus.
Sumber:

