Tips Menjaga Hidrasi dan Kesehatan Kulit di Tengah Cuaca Ekstrem
--
MALANG, DISWAYMALANG.ID - Kota Malang yang biasanya dikenal memiliki hawa sejuk khas pegunungan, belakangan ini justru dirasakan kembali dilanda cuaca yang cukup ekstrem. Berdasarkan laporan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Malang Raya saat ini memang telah memasuki musim kemarau sejak awal Mei lalu. Selama.musim kemarau, paparan sinar matahari terasa menyengat, apalagi pada siang hari. Namun, di sisi lain udara terasa sejuk.pada pagi hari, apalagi malam hari.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Malang Raya Sabtu (20/6): Relatif Sejuk, Mbediding di Kota Batu
Perubahan cuaca ekstrem yang fluktuatif ini tidak jarang dikeluhkan oleh masyarakat karena memicu masalah kesehatan. Salah satunya adalah kondisi kulit yang menjadi cepat kering, kusam, hingga mengalami iritasi akibat dehidrasi.
Menanggapi tantangan cuaca tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui panduan kesehatan resminya membagikan sejumlah langkah preventif yang krusial dilakukan untuk melindungi ketahanan kulit. Tips mendasar yang paling utama adalah dengan mencegah dehidrasi dari dalam tubuh.
Masyarakat diimbau untuk rutin mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup secara berkala dan sangat disarankan untuk tidak menunggu sampai rasa haus itu datang. Selain itu, demi menjaga kelembapan kulit dari luar, penggunaan sunscreen (tabir surya) dengan kadar minimal SPF 30 menjadi proteksi wajib sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Sesuai instruksi kesehatan, sunscreen harus diaplikasikan secara merata pada seluruh area kulit yang tidak tertutup oleh pakaian. Serta disarankan untuk menggunakan pelindung tambahan seperti topi atau payung guna meminimalisasi kontak langsung dengan paparan sinar ultraviolet (UV).
BACA JUGA:Pantai Nganteb Malang, Surga Tersembunyi yang Jadi Incaran Para Peselancar
Melengkapi langkah perlindungan dari instansi kesehatan, para ahli estetika kulit juga menyarankan masyarakat untuk menyesuaikan kembali rangkaian perawatan wajah atau skincare harian. Penting untuk beralih menggunakan moisturizer (pelembap) bertekstur gel yang berbahan dasar air agar produk lebih cepat meresap tanpa menyumbat pori-pori akibat produksi keringat berlebih.
BACA JUGA:Mengintip Kesiapan Fasilitas Pantai Nganteb Malang, Ramah Pengunjung dan Ramah Kantong
Pemilihan sabun pembersih wajah yang lembut dan bebas dari kandungan alkohol juga sangat disarankan guna menghindari terkikisnya minyak alami kulit. Terakhir, sebisa mungkin kurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak pada jam-jam krusial dengan intensitas panas tertinggi. Yaitu antara pukul 11.00 siang hingga 15.00 sore, agar kelembapan alami kulit tetap terjaga dengan baik dan terawat.
Sumber: bmkg.go.id

