1 tahun disway

Dolar AS Melemah usai Kabar Damai AS-Iran, Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat Asia

Dolar AS Melemah usai Kabar Damai AS-Iran, Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat Asia

Rupiah menguat, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin, 15 Juli 2025 kemarin-Tangkapan Layar---

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Mayoritas mata uang Asia menguat termasuk Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin, 15 Juli 2025 kemarin. Penguatan tersebut terjadi setelah Dolar AS melemah di pasar global menyusul munculnya kabar positif terkait proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Dikutip Disway.id, berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, sembilan dari 10 mata uang Asia yang dipantau berhasil mencatatkan penguatan terhadap Dolar AS. Hanya satu mata uang yang mengalami pelemahan tipis.

Rupiah menjadi mata uang dengan performa terbaik di kawasan Asia pada perdagangan kemarin. Mata uang Indonesia ini menguat 0,92% ke level Rp17.700 per dolar AS. Penguatan tersebut menjadi sinyal positif bagi rupiah untuk melanjutkan tren apresiasi setelah sebelumnya berada di bawah tekanan akibat sentimen global.

BACA JUGA:Pusat Oleh-Oleh di Batu Terkena Efek Domino Dolar: Harga Kripik Tempe, Pie Apel, Sambal Lauk Naik

Di posisi berikutnya, baht Thailand menguat 0,43% ke level 32,55 per dolar AS, disusul won Korea Selatan yang terapresiasi 0,37% ke posisi 1.512,6 per dolar AS. Sementara itu, dolar Taiwan menguat 0,27% menjadi 31,524 per dolar AS.

Dolar Singapura naik 0,18% ke level 1,2817 per dolar AS, sedangkan ringgit Malaysia menguat 0,17% menjadi 4,048 per dolar AS. Yuan China juga mencatat penguatan sebesar 0,07% ke posisi 6,758 per dolar AS.

Peso Filipina naik 0,10% menjadi 60,596 per dolar AS, sementara yen Jepang menguat tipis 0,01% ke level 160,2 per dolar AS.

Di sisi lain, dong Vietnam menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah dengan koreksi tipis 0,02% ke posisi 26.255 per dolar AS.

BACA JUGA:Peternak Kota Batu 'Kehantam' Dolar: Harga Pakan Konsentrat Naik 4 Kali, Harga Telur Turun, Alhasil Rugi

Dolar AS Tertekan, Indeks DXY Turun

Pelemahan Dolar AS tercermin dari indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia. Pada perdagangan yang sama, indeks DXY turun 0,17% ke level 99,578.

Penurunan indeks dolar memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk Asia, untuk menguat. Kondisi ini juga didukung oleh meningkatnya optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi global.

Sentimen utama yang mendorong pelemahan dolar AS berasal dari kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kerangka kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa waktu terakhir.

Pejabat dari kedua negara menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian blokade AS terhadap Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia.

BACA JUGA:Ini Faktor Pemicu Rupiah Merosot versi Dahlan Iskan: Pertaruhan Besar bagi Prabowo

Sumber: