183 Petugas Sensus Ekonomi Kota Batu Resmi Dilepas, Siap Data Ekonomi Warga
Acara pelepasan petugas Sensus Ekonomi di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani.--
BATU, DISWAYMALANG.ID-–Sebanyak 183 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi diberangkatkan untuk bertugas mendata ekonomi penduduk Kota Batu. Acara pelepasan berlangsung di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Senin, (15/6/2026). Pelepasan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Batu Nurochman. Disaksikan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Batu beserta jajaran dan sejumlah kepala OPD Pemkot Batu dan instansi terkait.
Dengan mengenakan rompi dan membawa kelengkapan pendataan, para petugas tampak siap menyisir tiap rumah warga. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam mengumpulkan data ekonomi yang valid untuk perencanaan pembangunan daerah.
BACA JUGA:Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batu Turun ke Jalan di CFD Sultan Agung
"Sensus ini sangat urgent ya. Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa validitas data itu menjadi sangat penting. Apalagi ini dilakukan setiap 10 tahun," katanya.
Nurochman menegaskan akurasi data usaha warga jadi kunci perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, sensus ekonomi harus mampu memotret kondisi riil dunia usaha saat ini.
“Harus betul-betul kita peroleh data yang valid dari penduduk soal dunia usaha. Belakangan mereka kondisinya seperti apa, itu kan harus kita potret. Nah, instrumen yang paling konkret untuk menjangkau itu ya sensus ekonomi,” ujarnya.
Namun, wali kota menilai pelaksanaan sensus selama ini belum maksimal. Salah satu kendalanya adalah komunikasi petugas dengan masyarakat. Ia meminta petugas sensus bersikap ramah dan nyaman berinteraksi agar data mengalir tanpa hambatan.
Ia menilai hasil sensus dengan rentang 10 tahunan seharusnya bisa dipakai sebagai dasar kebijakan jangka panjang.
“Dengan rentang 10 tahun itu kan harusnya sensus ekonomi ini bisa masih dipakai 10 tahun yang akan datang. Tidak tahu nanti mekanisme update kondisinya seperti apa di BPS,” lanjutnya.
Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo menjelaskan pemutakhiran data memang idealnya dilakukan sesering mungkin. Tapi keterbatasan anggaran dan sumber daya membuat sensus besar hanya bisa digelar per 10 tahun.
BACA JUGA:Pusat Oleh-Oleh di Batu Terkena Efek Domino Dolar: Harga Kripik Tempe, Pie Apel, Sambal Lauk Naik
Ia menambahkan, sensus ekonomi tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya hanya mendata pelaku usaha, kali ini semua sektor masuk pendataan, termasuk pertanian dan data penduduk.
“Jadi harapannya untuk tahun ini kita bisa dapat lebih lengkap kemudian datanya juga lebih komprehensif supaya nanti betul-betul mendekati real kondisi di lapangan,” katanya.
Sumber:
