1 tahun disway

Motor Listrik vs Motor Bensin 110 CC, Benarkah Lebih Hemat? Ini Perhitungan Biaya Sebenarnya

Motor Listrik vs Motor Bensin 110 CC, Benarkah Lebih Hemat? Ini Perhitungan Biaya Sebenarnya

Motor listrik vs motor bensin 110 cc, mana yang lebih hemat? Simak perbandingan biaya operasional, listrik, bensin, dan perawatan terbaru.-Yt Obey Motologi-Yt Obey Motologi

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Perdebatan mengenai motor listrik vs motor bensin 110 cc masih menjadi topik hangat di kalangan pengguna kendaraan harian. Banyak promosi yang menyebut motor listrik jauh lebih hemat karena tidak membutuhkan bensin dan perawatan mesin konvensional. Namun, apakah klaim tersebut benar jika dihitung secara menyeluruh?

Dalam penggunaan sehari-hari, biaya operasional menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keputusan pembelian kendaraan. Terutama bagi pekerja komuter yang menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari.

Sebuah analisis membandingkan biaya operasional tahunan antara motor listrik dengan sistem sewa baterai dan motor bensin 110 cc untuk pengguna yang menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar 44 kilometer per hari selama lima hari kerja setiap pekan.

Hasilnya menunjukkan bahwa selisih biaya yang selama ini dianggap sangat besar ternyata tidak sejauh yang dibayangkan.

Biaya Operasional Motor Bensin 110 CC

Motor matik 110 cc modern dikenal memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi. Dengan konsumsi rata-rata lebih dari 50 kilometer per liter, kebutuhan bahan bakar untuk perjalanan 44 kilometer per hari relatif rendah.

Jika diasumsikan biaya bensin mencapai Rp50.000 per pekan, maka pengeluaran bahan bakar dalam setahun berada di kisaran Rp2,4 juta.

Selain itu, pengguna juga perlu memperhitungkan biaya perawatan rutin seperti penggantian oli mesin sekitar Rp70.000 per bulan atau Rp840.000 per tahun.

Ditambah oli gardan dan busi, total biaya operasional tahunan motor bensin 110 cc diperkirakan mencapai sekitar Rp3,38 juta.

Motor Listrik Tidak Hanya Bayar Sewa Baterai

Di sisi lain, motor listrik dengan sistem sewa baterai menawarkan biaya langganan sekitar Rp200.000 per bulan.

Sekilas, angka tersebut terlihat sangat menarik. Dalam setahun, biaya langganan baterai hanya mencapai Rp2,4 juta.

Namun, biaya tersebut belum termasuk konsumsi listrik untuk mengisi daya baterai.

Pengguna tetap harus membayar energi listrik yang digunakan selama proses pengisian daya di rumah.

Dengan kebutuhan energi rata-rata sekitar 1,5 kWh per hari untuk perjalanan 44 kilometer, biaya listrik tambahan dapat mencapai Rp600.000 hingga Rp700.000 per tahun, tergantung tarif listrik dan efisiensi proses pengisian.

Jika digabungkan, total biaya operasional motor listrik dapat mendekati angka Rp3 juta per tahun.

Selisih Biaya Tidak Terlalu Jauh

Sumber: yt obey motologi

Berita Terkait