Soto Qonaah Belakang UIN Malang: Sarapan yang Ramah Kantong untuk Mahasiswa
Soto Qonaah belakang UIN, depan Pujasera --Fairuz Ainur
DINOYO, MALANGDISWAY.ID--Memulai hari tanpa sarapan pada sebagian besar mahasiswa bisa merusak fokus kuliah. Di antara banyaknya pilihan kuliner di sekitar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Soto Qonaah sangat legendaris. Posisi warung soto sederhana ini persis di area belakang kampus UIN Malang, Tercatat, kuliner legendaris ini sudah setia melayani pelanggannya sejak tahun 1988 silam.
Saking melekatnya warung ini dengan kultur mahasiswa setempat, muncul sebuah seloroh populer di kalangan mahasiswa UIN: "Kalau anak UIN belum pernah coba Soto Qonaah, artinya belum sah jadi anak UIN."
Di tengah melonjaknya harga bahan pokok, Soto Qonaah tetap bertahan dengan prinsipnya yang superramah di kantong mahasiswa. Cukup merogoh kocek sebesar Rp10.000, pembeli sudah bisa menikmati satu porsi soto ayam yang mengenyangkan.
BACA JUGA:Menikmati Sensasi Pipir Lepen, Kafe Hidden Gem Estetik di Tepian Sungai Malang Berkonsep Alam
Sistem Pembayaran disini masih menggunakan uang tunai dengan nominal pas agar proses transaksi bisa berjalan cepat guna mengurai antrean yang mengular.
Daya tarik unik lain dari Soto Qonaah adalah pembagian menu berdasarkan jender, yaitu Porsi Cowok dan Porsi Cewek. Uniknya, meski ukuran dan isi porsinya berbeda, kedua jenis porsi ini dibanderol dengan harga yang persis sama, yaitu Rp10 ribu.
BACA JUGA:Wisata Kuliner di Tepi Laut : Nikmatnya Kelapa Muda dan Ikan Bakar di Pantai Batu Bengkung
Pemilik Soto Qonaah, Sutrisno, menjelaskan bahwa sistem pembagian porsi ini sengaja dibuat demi menyesuaikan kebutuhan biologis dan kapasitas makan para mahasiswa.
"Jadi kita pasti menyesuaikan juga, beda porsi juga hanya dari tambahan nasi. Kalau porsi cowok itu ada tambahan nasi di atas suwiran ayam dan taburan kentang kering, kalau porsi cewek normal," ungkap Sutrisno.
Soal harga yang relatif murah, Sutrisno mengatakan ari awal meman ingin mewujudkan kepuasan pelanggan dengan harga yang terjangkau. "Apalagi mayoritas pembeli kita mahasiswa," tambahnya.
Kombinasi harga murah, porsi melimpah, dan cita rasa kuah kuningnya yang khas membuat warung ini selalu dirindukan, bahkan oleh alumni yang sudah lulus sekalipun. Salah satu pelanggan setia, Aulia, mengaku warung soto ini sudah menjadi penyelamat perutnya sejak awal menginjakkan kaki di Malang.
"Aku sering banget kesini dari zaman maba (mahasiswa baru), soalnya selain murah sotonya itu enak, kuahnya seger," ucap Aulia sembari menikmati pesanannya.
Sumber:


